Bangli Kekurangan Kasek dan Pengawas Sekolah, Bisa Bertambah Karena Ada yang Pensiun

Sesuai Permendikbud 6 tahun 2018, untuk menjabat sebagai kepala sekolah, wajib hukumnya memiliki sertifikat calon kepala sekolah (cakep).

Bangli Kekurangan Kasek dan Pengawas Sekolah, Bisa Bertambah Karena Ada yang Pensiun
Ganendra
Ilustrasi pendidikan. 

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI - Belasan sekolah di Bangli hingga kini belum memiliki kepala sekolah (kasek) definitif.

Kondisi ini dimungkinkan bertambah, mengingat adanya kasek yang pensiun tiap tahunnya.

Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Bangli, I Nyoman Suteja, membenarkan hingga kini terdapat 18 sekolah yang belum diisi oleh kepala sekolah definitif.

Untuk tetap melanjutkan kegiatan sekolah, terpaksa kekosongan jabatan itu diisi oleh pelaksana tugas (plt).

"Dalam kapasitas dan kewenangannya, plt memang sudah bisa mengatur semuanya. Namun bagi kita di fungsional, masih ada hal yang kurang dalam bentuk rasa. Sebagai penjabat plt dan penjabat formal kan berbeda," ucapnya.

Suteja tidak memungkiri, kekurangan kepala sekolah ini bisa segera diisi oleh penjabat fungsional.

Sesuai Permendikbud 6 tahun 2018, untuk menjabat sebagai kepala sekolah, wajib hukumnya memiliki sertifikat calon kepala sekolah (cakep).

Dalam hal ini, lanjut Suteja, pihak dia telah berupaya untuk dilaksanakan pelatihan kepala sekolah.

Pihaknya pun mengakui telah berkoordinasi dengan Badan Kepegawaian Daerah dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKD-PSDM), agar bisa menganggarkan pada tahun 2019 ini.

"Hanya saja saya dapat konfirmasi dari BKD, pelatihan cakep yang sudah dianggarkan tidak bisa dilaksanakan. Karena dananya baru divalidasi pada (APBD) perubahan. Dengan waktu kurang dari tiga bulan, tidak memungkinkan bagi pemerintah melaksanakan cakep itu," ujarnya.

Halaman
123
Penulis: Muhammad Fredey Mercury
Editor: Widyartha Suryawan
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved