Pengurugan Jalur Hijau di Sedap Malam Jadi Sorotan, Kaling Bantah Ikut Konspirasi

Pengurugan jurang di Jalan Sedap Malam, tepatnya di wilayah Lingkungan Gumi Kebonkuri, Desa Pakraman Kesiman, Denpasar Timur menjadi sorotan masyaraka

Pengurugan Jalur Hijau di Sedap Malam Jadi Sorotan, Kaling Bantah Ikut Konspirasi
Tribun Bali/I Wayan Sui Suadnyana
Truk pengangkut material pengurugan jurang di kawasan jalur hijau di Sedap Malam saat melintasi pemukiman warga, Jumat (8/11/2019) 

Laporan Jurnalis Tribun Bali, I Wayan Sui Suadnyana

 

 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Pengurugan jurang di Jalan Sedap Malam, tepatnya di wilayah Lingkungan Gumi Kebonkuri, Desa Pakraman Kesiman, Denpasar Timur menjadi sorotan masyarakat.

Selain mengganggu aktivitas masyarakat karena adanya truk yang hilir mudik membawa material, pengurugan ini ternyata melanggar ketentuan karena berada pada kawasan jalur hijau.

Pantauan Tribun Bali di lapangan, memang benar ditemukan bahwa ada pengurugan sebuah jurang dengan batu kapur yang sudah mulai rata dengan tanah.

Truk pengangkut pembawa material juga nampak hilir mudik melintasi pemukiman warga.

Informasi yang dapat dihimpun di lapangan, hal ini bisa terjadi karena ada izin dari Kepala Lingkungan (Kaling) Gumi Kebonkuri.

Namun saat ditemui, Kaling Gumi Kebonkuri I Nyoman Bagus Mardika menepis tudingan tersebut.

Dirinya mengatakan, bahwa pihaknya tidak ikut serta berkonspirasi memberi ruang terhadap pengembang melakukan pengurugan lahan pada jalur hijau di kawasannya itu.

Halaman
12
Penulis: I Wayan Sui Suadnyana
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved