Liputan Khusus

Menghadapi Musim Hujan, Ini Ancaman Bencana yang Harus Diwaspadai di Bali

Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Bali, I Made Rentin, meminta masyarakat yang berada di kawasan rawan bencana seperti banjir bandang dan tanah longsor

Menghadapi Musim Hujan, Ini Ancaman Bencana yang Harus Diwaspadai di Bali
Tribun Bali/Marianus Seran
(Ilustrasi) Hujan lebat sertai angin kencang melanda Stadion Dipta Gianyar, Selasa (16/1/2018). 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR -- Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Bali, I Made Rentin, meminta masyarakat yang berada di kawasan rawan bencana seperti banjir bandang dan tanah longsor agar melakulan evakuasi mandiri sebelum bencana datang.

Warga diimbau tak menunggu bencana untuk mitigasi.

"BPBD mengimbau kepada warga yang berdomisili di wilayah rawan longsor agar melakukan langkah atau upaya mitigasi.

Kenali tanda-tanda alam yang ada, jika hujan lebat dalam kurun waktu lama, agar lakukan upaya evakuasi mandiri, jangan menunggu terjadinya bencana," harap Rentin usai mengikuti Rapat Koordinasi Kesiapsiagaan Menghadapi Musim Hujan dan Penanganan Darurat Kebakaran Hutan dan Lahan, Senin (11/11), di Ruang Rapat BPBD Bali.

Hadir dalam pertemuan itu di antaranya TNI, Polri, BMKG, SAR, OPD terkait di Provinsi Bali, BPBD Kab/Kota se Bali, dan forum-forum terkait penanggulangan bencana.

Pertemuan itu juga dihadiri oleh Deputi Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BNPB, Lilik Kurniawan.

Rakor tersebut selain untuk membahas kesiapsiagaan menghadapi musim hujan dan penanganan darurat kebakaran hutan dan lahan, juga untuk menindaklanjuti Surat Kepala BNPB Doni Monardo, Nomor B-1543/KA.BNPB/PK.03.02/10/2019 tanggal 31 Oktober 2019 tentang resiko bencana dan kesiapsiagaan menghadapi musim hujan 2019-2020.

"Dalam surat tersebut disampaikan agar semua daerah melakukan upaya-upaya pencegahan, mitigasi, dan kesiapsiagaan dalam menghadapi ancaman bahaya angin puting beliung, banjir, dan gerakan tanah longsor," katanya.

Untuk Provinsi Bali, ancaman bencana yang perlu diwaspadai adalah banjir, banjir bandang, tanah longsor, dan angin puting beliung.

"Jadi dalam rapat itu dibahas mulai dari ancaman yang ada, apa saja risiko yang mungkin terjadi, lalu upaya PRB (pengurangan resiko bencana) yang dilakukan, dan OPD mana saja yang terkait melakukan upaya PRB dimaksud," ujar Rentin.

Upaya yang sedang dilakukan BPBD Provinsi Bali saat ini salah satunya melakukan pengecekan terhadap kesiapan personel, logistik, dan rambu-rambu rawan bencana yang ada di sejumlah titik di Bali.

Untuk jumlah personel, masih sama dengan tahun sebelumnya.

Pun begitu dengan anggaran masih sama dengan tahun sebelumnya. "Ya masih memadai," kata Rentin.

Untuk masyarakat yang mengalami musibah becana diharapkan segera mengkontak call centre BPBD Provinsi Bali ke nomor 0361 251177. (*) 

Penulis: I Wayan Erwin Widyaswara
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved