Pertamina Catat Konsumsi Avtur 2.450 KL Per Hari, Prediksi Kenaikan Avtur 5%
Hingga awal November 2019, rata-rata konsumsi avtur sekitar 2.450 kilo liter per hari di Bali.
Penulis: AA Seri Kusniarti | Editor: Meika Pestaria Tumanggor
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Unit Manager Communication & CSR Pertamina MOR V Jatimbalinus Rustam Aji, memperkirakan akan ada kenaikan bahan bakar pesawat atau avtur jelang akhir tahun di Bali.
“Tahun lalu sekitar 4 persen, perkiraan akhir tahun ini naik sekitar 5 persen,” sebutnya kepada Tribun Bali, Senin (11/11/2019).
Rustam menyebutkan, hingga awal November 2019, rata-rata konsumsi avtur sekitar 2.450 kilo liter per hari di Bali.
“Jadi kemungkinan naik 5 persen dari 2.450 KL ini,” sebutnya.
Rustam memperkirakan kenaikan akan terjadi pada jelang akhir tahun.
Peningkatan juga terjadi saat masuk libur semester.
• Fadli Zon Sebut Perdebatan Prabowo dengan Anggota DPR Saat Rapat Perdana Hanya Salah Paham
• DPRD Bali dan Eksekutif Tunda Pembahasan Raperda Rencana Pembangunan Industri Provinsi Bali
Rustam, sapaan akrabnya, mengatakan pada peak season memang banyak permintaan penambahan penerbangan dari maskapai.
“Tapi seperti tahun lalu, prediksi kami kenaikannya tidak signifikan,” katanya.
Hal ini disebabkan harga tiket pesawat yang sempat naik.
Sehingga lebih banyak wisatawan lokal dari Jawa yang menggunakan jalur darat, dengan bus dan kendaraan pribadi.
“Mereka lanjut penyeberangan, karena tol sudah semakin panjang,” imbuhnya.
Untuk itu pihaknya mengantisipasi kenaikan jelang Natal dan Tahun Baru.
Rustam mengatakan, indikasi kenaikan tak signifikan juga terlihat ketika libur panjang Lebaran kemarin.
“Selama libur Lebaran kemarin, konsumsi bahan bakar jenis Gasoline (bensin) dan Gasoil (diesel) di Bali selama masa Satgas mengalami peningkatan masing-masing sekitar 3 persen,” sebutnya.
• Seusai Lawan Persipura Skuat Bali United Latihan di Surabaya, Bertolak ke Magelang Rabu
• Bendesa Pura Samuan Tiga Sayangkan Cabang KMHDI Belum Hadir di Kabupaten Gianyar
Sementara konsumsi avtur di DPPU Ngurah Rai, selama masa Satgas turun tipis di bawah 1 persen rata-rata harian normal. “Peningkatan penyaluran tertinggi pun hanya 4 persen pada H+1 dan H+2,” imbuhnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/para-petinggi-pt-pertamina-mor-v-jatimbalinus-membahas-pengembangan-dana-csr-untuk-membantu-warga.jpg)