Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Pohon Mengeluarkan Air di Tabanan

Pohon Mengeluarkan Air di Tabanan Kian Viral, Sang Pemilik Kebun pun Buka Suara

Pohon Mengeluarkan Air di Tabanan Kian Viral, Sang Pemilik Kebun pun Buka Suara

Tribun Bali/I Made Prasetia Aryawan
Sejumlah warga berdatangan ke lokasi sebuah pohon rambutan yang berada di tegalan Banjar Peneng, Desa Mekarsari, Kecamatan Baturiti, Tabanan, Kamis (14/11/2019). 

TRIBUN-BALI.COM, TABANAN- Sebuah pohon tampak dibalut dengan kain putih kuning di Banjar Peneng, Desa Mekarsari, Kecamatan Baturiti, Tabanan, Kamis (14/11/2019).

Pohon tersebut disebut-sebut sebagai berkah karena mengeluarkan air dari batangnya.

Fenomena pohon mengeluarkan air tersebut itu pun lantas membuat heboh warga sekitar. 

Putrinya Gusti Ayu Sriasih Tewas di Tangan Suami, Ayahanda Kini Harus Bayar Utang RS Puluhan Juta

Pemilik kebun, Wayan Sandeh (75) atau yang akrab disapa Pan Narka menuturkan, dulunya tegalan ini merupakan sawah yang kerap ditanami padi.

Seiring waktu berjalan, di kawasan tersebut tak ada air yang mengalir mengingat tempatnya yang tinggi dari telabah (sumber air).

Sehingga, lahan sawah tersebut disulap menjadi tegalan.

Bukan Sekali, Ternyata Sekitar Dua Jam Lalu, Buleleng Dua Kali Diguncang Gempa

Dan mengenai pohon rambutan yang mengeluarkan air tersebut ia tanam sekitar 10 tahun lalu.

Saat itu, ia menanam di bagian pojok barat utara tegalannya.

Pohonnya pun tumbuh dan berkembang menjadi tinggi dan diketahui aktif berbuah.

BREAKING NEWS: Bali Diguncang Gempa Sore ini, Pusat Gempa Berada di Buleleng

Dan ia pun tak menyangka, Selasa (12/11/2019) dari pohon tersebut justru ada air yang menetes.

Padahal ia setiap hari datang ke tegalannya dan tak pernah ada fenomena seperti ini.

"Kira-kira umur pohon sekitar 10 tahun dan aktif berbuah. Saya juga gak menyangka ada ini (pohon mengeluarkan air), sebab selama puluhan tahun menggarap ladangnya ini tak pernah ada fenomena seperti ini," katanya.

Gadis 14 Tahun Minta Izin Nikah ke Sang Ayah, Malah Dapat Perlakuan Tak Senonoh

Pekak Sandeh melanjutkan, sudah banyak yang datang kesini apalagi pada saat Rainan Purnama tersebut mengingat banyak yang nangkil ke Pura Batur.

Mengetahui hal ini mereka langsung menuju ke lokasi.

"Pas purnama seperti hujan deras sehingga banyak yang datang untuk nunas tirtanya," ungkapnya.(*)

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved