Masih Lengkapi Aksesbilitas, Menhub Sebut Penlok Pembangunan Bandara Bali Utara Keluar Tahun Depan

“Semoga awal tahun depan kita sudah keluarkan penloknya. Saya minta Pak Gubernur melengkapi hal-hal lain seperti aksesbilitas dan lainnya,” tambahnya

Masih Lengkapi Aksesbilitas, Menhub Sebut Penlok Pembangunan Bandara Bali Utara Keluar Tahun Depan
Tribun Bali/Zaenal Nur Arifin
Menhub Budi Karya saat tinjau Pelabuhan Benoa, Jumat (15/11/2019) 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Zaenal Nur Arifin

 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Penetapan lokasi (Penlok) dan finalisasi perencanaan pembangunan Bandara Bali Utara di awal tahun depan diharapkan sudah keluar.

“Bandara Buleleng kita akan finalisasi penloknya ya. Jadi kita akan bahas juga aksesbilitasnya, kita bahas mengenai designnya, kita bahas mengenai development,” ujar Menhub Budi Karya Sumadi, Jumat (15/11/2019) saat meninjau Pelabuhan Benoa.

Menhub berharap penlok Bandara Bali Utara dapat segera keluar.

“Semoga awal tahun depan kita sudah keluarkan penlok nya. Saya minta Pak Gubernur melengkapi hal-hal lain seperti aksesbilitas dan lainnya,” tambahnya.

Kisah Cinta Soeharto & Bu Tien Tak Mengenal Pacaran: Witing Tresno Jalaran Soko Kulina

Menhub Kunker ke Bali, Begini Komentarnya Mengenai Renovasi Pelabuhan Benoa

Gubernur Bali Wayan Koster akan menerbitkan penetapan lokasi (Penlok) Bandara Bali Utara  minggu depan.

 
Kendati Penlok sudah keluar, bukan berarti bandara langsung dibangun.

Gubernur akan bangun akses terlebih dahulu agar bandara  di wilayah Kecamatan Kubutambahan, Buleleng itu tidak sepi pengunjung.

Dirinya memastikan bahwa lokasi Bandara Bali Utara berada di Kubutambahan, dan saat ini sudah terdapat titik koordinat.

Selain itu, Gubernur Koster juga menyatakan bahwa pihaknya memiliki kesanggupan untuk menguasai lahan tersebut.

Yang Perlu Diketahui Terkait Gempa Bumi Berkekuatan Hingga 5,0 SR di Buleleng Kemarin

Posisi Banur dalam Tekanan, Lawan Bali United Jadi Ukuran Manajemen

Dijelaskan olehnya, kawasan yang digunakan untuk pembangunan Bandara Bali Utara ini bukan kawasan taman nasional atau hutan lindung.

Tanah yang digunakan merupakan milik dari Desa Adat Kubutambahan yang saat ini masih dikerjasamakan dengan pihak ketiga yakni PT Pinang Propertindo.(*)
 

Penulis: Zaenal Nur Arifin
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved