Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Selain Cegah Kanker Saluran Pencernaan, Diet Tinggi Serat dan Yogurt juga Kurangi Risiko Kanker Paru

Studi sebelumnya menunjukkan, diet tinggi serat dan yogurt bermanfaat untuk mencegah penyakit kardiovaskular dan kanker saluran pencernaan.

pixabay.com
ilustrasi 

TRIBUN-BALI.COM - Studi terbaru yang terbit di jurnal JAMA Oncology edisi (24/10/2019), mengungkap hubungan antara konsumsi makanan berserat tinggi seperti yogurt dengan risiko kanker paru-paru.

Studi sebelumnya menunjukkan, diet tinggi serat dan yogurt bermanfaat untuk mencegah penyakit kardiovaskular dan kanker saluran pencernaan.

Dalam studi terbaru ini, ilmuwan juga menemukan bahwa diet tinggi serat dapat melindungi diri dari risiko kanker paru-paru.

Ingin Lolos Tes TOEFL untuk CPNS dan Kuliah ke Luar Negeri? Berikut Tipsnya

Kementerian Agama Akan Adakan Program Ulama Bersertifikat

Dikecam Soal Video Pengeroyokan Suporter Indonesia oleh Suporter Malaysia, Begini Respon Syed Saddiq

Kesimpulan ini didapat setelah para ahli menganalisis data yang melibatkan 1,4 juta orang dewasa di Amerika Serikat, Eropa, dan Asia.

Para peneliti membagi peserta menjadi lima kelompok, sesuai dengan jumlah serat dan yogurt yang mereka konsumsi.

Yogurt Republic
Yogurt Republic (Istimewa)

Mereka menemukan, kelompok yang aktif menjalani diet tinggi serat dan yogurt memiliki risiko paling rendah menderita kanker paru-paru.

Dilansir Futurity, Selasa (19/11/2019), mereka yang menjalani diet tinggi serat dan yogurt memiliki risiko kanker paru-paru 33 persen lebih rendah dibandingkan dengan kelompok yang mengonsumsi sedikit serat dan yogurt.

"Penelitian kami memberikan bukti kuat yang mendukung Pedoman Diet 2015-2020 AS yang merekomendasikan diet tinggi serat dan yogurt," kata penulis senior Xiao-Ou Shu, seorang profesor penelitian kanker, associate director untuk kesehatan global, dan co-leader Cancer.

"Kebiasaan tidak pernah merokok juga dapat berpengaruh," imbuh Shu.

Shu mengatakan, manfaat kesehatan yang didapat dari diet tinggi serat dan yogurt dipengaruhi oleh adanya kandungan prebiotik dan sifat probiotik.

Setelah Perselingkuhan, Raul Lemos Kembali Unggah Tulisan, Kini Sebut Soal Setan Dan Perceraian

Pelajari Mal Pelayanan Publik, Pemkot Denpasar Sambangi Pemkot Batam, Disambut Pantun & Balas Pantun

Ilustrasi Yogurt.
Ilustrasi Yogurt. (Shutterstock via Tribun Pekanbaru)

Prebiotik adalah senyawa natural dalam makanan yang tidak dapat dicerna usus, berfungsi sebagai suplemen untuk mendorong pertumbuhan mikroorganisme baik dalam sistem pencernaan.

Prebiotik bermanfaat untuk meningkatkan kesehatan pencernaan dan berpotensi meningkatkan penyerapan kalsium.

Tidak Hanya HIV, Penyakit Ini Bisa Disebabkan oleh Hubungan Seksual Tidak Aman

Dicoret dari Skuat Timnas Indonesia U-23, Agung Widnyana Putra Fokus 100% untuk Serdadu Tridatu

Sementara sifat probiotik merupakan mikroorganisme hidup yang dapat memberikan efek baik atau kesehatan pada organisme lain atau inangnya.

Kedua sifat inilah yang dapat memodulasi mikrobiota usus secara mandiri atau sinergis, dan menguntungkan bagi kesehatan terutama mengurangi risiko sel kanker bergerak dengan aktif.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Ahli: Diet Tinggi Serat dan Yogurt Bisa Kurangi Risiko Kanker Paru"

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved