200 Keris Dipamerkan di Museum Bali
Dalam rangka petinget atau peringatan Tumpek Landep yang dirayakan sebulan lagi, digelar pameran logam di Museum Bali
Penulis: Putu Supartika | Editor: Irma Budiarti
200 Keris Dipamerkan di Museum Bali
Laporan Wartawan Tribun Bali, I Putu Supartika
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Dalam rangka petinget atau peringatan Tumpek Landep yang dirayakan sebulan lagi, digelar pameran logam.
Pameran ini dilaksanakan di depan dan bagian dalam Museum Bali.
Pameran ini juga untuk melestarikan dan mendukung eksistensi benda pusaka, khususnya keris.
Kegiatan ini, pada tahun 2019 memasuki pelaksanaan kesebelas kalinya yang digelar Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Denpasar.
Acara ini dibuka Sabtu (23/11/2019), dan berlangsung hingga 26 November 2019 mendatang.
Kabid Bidang Industri Logam, Mesin, Eeletronika, Telematika dan Agro Disperindag Kota Denpasar, Djarot Agung Iswayudi mengatakan, kurang lebih sebanyak 200 keris dipamerkan.
• Berat Badan Mudah Naik Tapi Sulit Turun, Kenapa Ya?
• Ngaku Dihamili Putra Mantan Kapolri hingga Ditinggal Mati Tunangan, Anggita Sari Kini Lepas Lajang
Di mana keris tersebut merupakan koleksi dari komunitas keris, puri, dan griya di Kota Denpasar.
Selain itu juga ada stan jual beli keris yang diikuti perajin keris.
Pengunjung yang hadir diberikan pemahaman secara detail terkait keris yang dipamerkan.
Mulai dari luk, pamor, fungsi keris, tahun pembuatan dan lain sebagainya.
"Ini untuk mengapresiasi dan memuliakan keris pusaka sebagai warisan budaya dunia, sesuai dengan penghargaan UNESCO, Keris as Masterpiece of the Oral and Intangible Heritage of Humanity," katanya Minggu (24/11/2019).
Sementara itu, Kadis Perindag Kota Denpasar, Ni Nyoman Sri Utari mengatakan pelaksanaan Petinget Tumpek ini berangkat dari Makna Tumpek Landep.
• Nanang Datang Tepat Waktu, Sang Istri Tak Berdaya Ditodong Kater Hendak Diperkosa Temannya
• Liburan di Bali, Jorge Lorenzo Menginap di Vila Mewah di Area Seminyak, Tarif Menginapnya Segini
Di mana Tumpek Landep merupakan hari untuk mengupacarai atau memuliakan benda-benda yang terbuat dari logam termasuk keris.
Dari kegiatan ini Sri Utari berharap dapat mengembangkan Kota Denpasar sebagai jembatan peradaban berskala lokal, nasional maupun internasional melalui insdustri logam dan mesin.
Selain itu juga diharapkan mampu memberikan ruang serta motivasi bagi perajin, khususnya perajin pande besi, emas dan perak untuk dapat membangkitkan kreatifitas dalam mendukung produktifitas, yang dapat dilaksanakan dengan bertukar pikiran bersama seluruh perajun di Kota Denpasar.
"Dari spirit Tumpek Landep ini diharapkan dapat meningkatkan makna dan peranan hari Tumpek Landep sebagai motor penggerak teknologi di Bali melalui ketajaman adnyana atau pikiran sehingga terciptanya industri logam dan mesin," katanya.
(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/pameran-logam-ini-dibuka-sabtu-23112019.jpg)