Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Sekolah di Denpasar Ini Siswa Bisa Mengajar Seperti Instruksi Nadiem Makarim

Suwirya menceritakan dari tahun ke tahun dirinya sudah memiliki kontrak belajar dengan siswa.

Tayang:
Penulis: Wema Satya Dinata | Editor: Huda Miftachul Huda
TRIBUN BALI/WEMA SATYADINATA
Ketua Ikatan Guru Indonesia (IGI) Wilayah Bali, I Wayan Suwirya. 

Salah satu hal yang ditekankan IGI adalah tidak ada lagi pengangkatan guru honorer.

Drama Modern Sang Guru, Ceritakan Sisi Ketidakjelasan dan Tekanan Batin Seorang Guru Honorer

Giri Prasta Janji Bonus Porprov 2021 Bakal Naik dan Dapat Prioritas Jadi Pegawai Honorer Pemkab

“Inilah menurut saya hadiahnya, kami tidak ingin apa-apa lagi. Pidato itu jadi kenyataan dan regulasi tentang kebebasan guru, martabat guru, guru dihargai, serta tidak ada lagi guru honorer,” ujarnya.

Ia menambahkan di beberapa sekolah, jumlah guru honorernya bisa sampai 75 persen.

Selanjutnya, sekolah selalu dituntut peningkatan kualitas. Sementara mana mungkin kualitas bisa diacapai, sementara kuantitas saja belum terpenuhi.

Di sisi lain, lanjut dia, tantangan guru kedepan adalah mengajarkan siswa dengan mengaplikasikan sistem STEAM (Science, Technology, Engineering, Art and Math).

Menurut Suwirya, Sistem ini sudah diworkshopkan dan menghasilkan banyak hasil karya.

Dengan penggunakan teknologi, misalnya penggunaan aplikasi Edmodo, dalam proses belajar mengajar, semua pihak menjadi terbantu yakni baik murid, guru maupun orangtua.

“Orangtua bisa ikut di dalamnya memantau, bahkan bisa ikut berkomentar,” imbuhnya.

Saat ini orientasi guru tidak hanya sekedar mengajar. Tugas Guru sebenarnya adalah mendampingi, menkonsultani dan menjadi fasilitator bagi siswa, atau bagaimana guru itu membuat siswa belajar. (*)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved