Kunjungan Wisman Turun, Khusus Turis China di Angka 9,71%, Dampak Perang Dagang Amerika dan China
Berdasarkan data, kunjungan wisaman ke Bali per September 2019 menurun minus 4,59 persen. Khusus turis China, kunjungannya ke Bali minus 9,71 persen
Penulis: AA Seri Kusniarti | Editor: Meika Pestaria Tumanggor
Harapannya nanti mampu mendatangkan turis berkualitas ke Bali.
“Jadi kami berharap dari Famtrip ini, tahun depan bulan Februari bisa mendatangkan 4.000 hingga 5.000 tamu China ke Bali,” sebutnya.
Ada 45 peserta travel agent dari Hongzhou yang datang.
Setelah ini, ia akan melakukan sales mission ke 4 kota di China.
“Famtrip ini semuanya adalah owner dari travel agent yang ada di China,” imbuhnya.
Famtrip ini, digelar selama enam hari lima malam, dan peserta diajak mengunjungi Ubud, Nusa Penida, Kintamani, serta mengikuti sosialiasi bersama hotel di Bali.
Ia berharap kerja sama ini, mampu meningkatkan kunjungan turis sampai 18 juta untuk seluruh Indonesia tahun ini.
“Masukan dari travel di China, adalah kompetitor Bali juga gencar seperti Thailand dan Vietnam dalam promosi. Tentu, saya meminta dukungan pemerintah agar Bali tak kalah,” kata dia.
• Pendaftaran Ditutup, 11.144 Pelamar Berebut 364 Formasi CPNS di Kota Denpasar
• 10 Tahun #MakeanImpact, BPR Lestari Luncurkan Beasiswa Gen-L Indonesia
Dukungan Kemenpar
Asisten Deputi Pengembangan Pemasaran II Regional I Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), Utari, menyebutkan target turis China tahun 2019 sekitar 2,8 juta se-Indonesia.
“Ini untuk target great China, terdiri dari turis China, Hongkong, dan Macau,” sebutnya.
Hingga saat ini, baru sekitar 1,6 juta yang datang. Sehingga sampai akhir tahun, kemungkinan target ini belum terpenuhi.
Ia mengatakan hal ini terjadi di beberapa negara bukan hanya Indonesia.
“Memang ini karena ekonomi China melambat, dan ada arahan untuk travelling dalam negeri saja di sana. Guna membantu perekonomian internalnya,” jelas Utari.
Dukungan Kemenparekraf, kata dia, pada Famtrip ini karena berpotensi meningkatkan kunjungan wisman China ke Bali.
Sehingga meningkatkan jumlah penerimaan devisa negara, apalagi target devisa dari pariwisata mencapai ratusan triliun.
Ia mengatakan kualitas dan kuantitas wisman sangat penting. Kemenparekraf pun, gencar melakukan sales mission, consumer selling, pameran, hingga festival selain Famtrip ini. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/jajaran-kemenparekaf-bersama-disparda-pemprov-bali.jpg)