Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Kunjungan Wisman Turun, Khusus Turis China di Angka 9,71%, Dampak Perang Dagang Amerika dan China

Berdasarkan data, kunjungan wisaman ke Bali per September 2019 menurun minus 4,59 persen. Khusus turis China, kunjungannya ke Bali minus 9,71 persen

Tayang:
Penulis: AA Seri Kusniarti | Editor: Meika Pestaria Tumanggor
Tribun Bali/ AA Seri Kusniarti
Jajaran Kemenparekaf bersama Disparda Pemprov Bali dan Bidadari Travel saat bertemu dengan travel agent dari HongZhou, China di Badung, Senin (25/11/2019). 

“Melalui Famtrip ini, travel agent bisa melihat secara langsung destinasi wisata di Bali. Dari pengalaman itu, diharapkan mereka bisa mempromosikan Bali di negaranya,” jelasnya.

Selain mendatangkan turis, harapannya mampu meningkatkan length of stay dan spending money wisman China.

“Tahun 2019 ini, target wisman paling sekitar 6,4 juta total. Sebab sampai Oktober 2019 baru 5 juta wisman. Sehingga November dan Desember harapannya bisa naik sampai 6 juta lebih,” sebutnya.

Proyeksi tahun depan, kata dia, bisa 7 juta dengan berbagai upaya melalui Famtrip promosi dan sebagainya.

Ia berharap pertumbuhan kedatangan wisman setiap tahun bisa naik 20 persen.

Apalagi belakangan wisman China, kata dia, menurun dari 10 hingga 15 persen dibandingkan tahun lalu.

Ahok Diprediksi Akan Jadi Menteri Jokowi Bila Ada Resuffle Kabinet Tahun Depan

PR Besar Masalah Sampah Plastik di Bali, Forum Perbekel Sebut Pergub Harusnya Disertai Sanksi

Targetkan 5.000 Turis

Pelaku Usaha Travel Agent Bidadari, Sumariyanto, menggagas Famtrip ini sebagai upaya memperkuat jalinan Bali dan China.

“Ide itu kemudian saya utarakan ke Pemprov Bali dan Kemenparekraf, ternyata mendapatkan dukungan,” katanya.

Ia berharap agar turis China yang datang, lebih paham tentang Bali.

Apalagi ada keterikatan budaya antara China dan Bali.

Seperti kisah Sampik Ing Tai, kemudian jejak peninggalan lampau dalam prasasti Balingkang.

Serta penggunaan uang kepeng atau pis bolong, yang erat kaitannya dengan pengaruh China di Bali.

Hal ini kemudian ditambah destinasi wisata Bali yang indah, baik budaya dan alam membuat turis China semakin senang.

Pemilihan wilayah Hongzhou, kata dia, untuk Famtrip ini karena wilayah ini menjadi pusat ekonomi sangat pesat dan maju di China.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved