Kunjungan Wisman Turun, Khusus Turis China di Angka 9,71%, Dampak Perang Dagang Amerika dan China
Berdasarkan data, kunjungan wisaman ke Bali per September 2019 menurun minus 4,59 persen. Khusus turis China, kunjungannya ke Bali minus 9,71 persen
Penulis: AA Seri Kusniarti | Editor: Meika Pestaria Tumanggor
TRIBUN-BALI.COM, BADUNG – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali, mencatat adanya penurunan wisatawan mancanegara (wisman) asal China.
Berdasarkan data, kunjungan wisaman ke Bali per September 2019 menurun minus 4,59 persen.
Khusus turis China, kunjungannya ke Bali minus 9,71 persen jika dibandingkan Agustus 2019.
Penurunan kunjungan turis negara Tirai Bambu ini, menjadi yang terdalam hingga minus 22,67 persen.
“Pantauan kami, kunjungan wisman China dibandingkan tahun lalu memang menurun,” tegas Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali, Putu Astawa, Senin (25/11/2019) di Badung.
Hal ini disebabkan banyak faktor.
Di antaranya situasi perang dagang Amerika dan China.
Kemudian pertumbuhan ekonomi di hampir seluruh dunia direvisi turun.
• 1000 PNS Kerja dari Rumah Mulai Awal Tahun 2020, Ada Kekhawatiran Ini
• Golkar Tawari Boping Kendaraan Politik Jadi Cabup Tabanan dari Partai Beringin
Sehingga pendapatan turis juga terganggu, dan berimbas ke sektor pariwisata termasuk Bali.
“Ini tidak lepas dari faktor ekonomi global,” imbuhnya.
Untuk itu, promosi dan upaya mendatangkan wisman khususnya dari China sangat diperlukan.
Apalagi, kata dia, outbond wisman China mencapai 150 juta.
Namun baru 3 persen yang datang ke Indonesia dan Bali.
Astawa, sapaan akrabnya, mengapresiasi adanya Familiarization Trip (Famtrip) yang digagas Bidadari Travel.
Famtrip yang mendatangkan travel agent langsung dari China ini, diharapkan membantu mempromosikan Bali.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/jajaran-kemenparekaf-bersama-disparda-pemprov-bali.jpg)