Pendaftaran CPNS di Bali

Pelamar CPNS di Buleleng Capai 7.422 Orang, 2 Formasi Khusus Penyandang Disabilitas Tak Ada Pelamar

CPNS di Buleleng resmi ditutup pada Selasa (26/11/2019) pukup 23.55 Wita. Tercatat jumlah pelamarnya sebanyak 7.422 orang.

Pelamar CPNS di Buleleng Capai 7.422 Orang, 2 Formasi Khusus Penyandang Disabilitas Tak Ada Pelamar
Tribun Bali/ Ratu Ayu Astri Desiani
Sekretaris Badan Kepegawaian dan Pembangunan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Buleleng, I Nyoman Wisandika 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Pendaftaran Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di Buleleng resmi ditutup pada Selasa (26/11/2019) pukup 23.55 Wita.

Tercatat jumlah pelamarnya sebanyak 7.422 orang.

Dengan rincian tenaga pendidik 4.228 orang, kesehatan 1.488 orang, dan teknis 1.706 orang.

Namun dari ribuan pelamar itu, tidak satu pun ada yang mengisi formasi jabatan analis sertifikasi industri pangan dan pengawas harga pangan, yang notabenenya khusus bagi penyandang disabilitas.

Sekretaris Badan Kepegawaian dan Pembangunan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Buleleng, I Nyoman Wisandika ditemui Rabu (27/11/2019) mengatakan, sesuai Peraturan Menteri PAN-RB (Permenpan) Nomor 23 Tahun 2019, formasi yang disediakan khusus bagi penyandang disabilitas harus sebanyak dua persen dari total jumlah formasi yang diusulkan.

11.629 Pelamar CPNS Perebutkan 364 Formasi di Kota Denpasar, 1 Posisi Ini Diserbu 400-an Pelamar

Pendaftaran CPNS di Denpasar Diperpanjang Hingga Hari Ini Pukul 23.59 Wita

Di Buleleng ada tujuh formasi yang dibuka bagi disabilitas, diantaranya penelaah dampak lingkungan, pengelola bantuan sosial dan hibah, pengelola sistem dan jaringan, penyusun rencana kelembagaan pasar hasil perikanan, jabatan analis sertifikasi industri pangan, serta pengawas harga pangan.

"Lima formasi sudah terisi. Sementara sisanya lagi dua, yakn jabatan analis sertifikasi industri pangan, serta pengawas harga pangan kosong. Lima yang sudah terisi itu semuanya disabilitas dan rata-rata berasal dari Buleleng. Masing-masing formasi jatahnya hanya satu," terangnya.

Wisandika menyebutkan, syarat khusus bagi pelamar disabilitas harus bisa melihat.

Sementara untuk IPK, umur maupun spesifiksi pendidikan semuanya sama dengan pelamar pada umumnya.

Demikian saat tes CAT, soalnya dipastikan sama dengan pelamar yang lain.

Halaman
12
Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani
Editor: Meika Pestaria Tumanggor
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved