Hari AIDS Sedunia

Ada 31 Ribu Kasus HIV/AIDS di Bali Berdasarkan Hitungan Epidemiologi, 9 Ribu Kasus Belum Terdeteksi

Berdasarkan hitungan epidemiologi, estimasi jumlah kasus di Bali ada 31 ribu sehingga kurang lebih ada sebanyak 9 ribu orang yang belum terdeteksi

Ada 31 Ribu Kasus HIV/AIDS di Bali Berdasarkan Hitungan Epidemiologi, 9 Ribu Kasus Belum Terdeteksi
Tribun Manado
Ilustrasi 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Angka pengidap Human Immunodeficiency Virus/Acquired Immune Deficiency Syndrome (HIV/AIDS) di Bali ternyata sangat fantastis.

Sejak pertama kali ditemukan pada tahun 1987, kasus pengidap penyakit itu sampai saat ini mencapai hampir di angka 22 ribu.

Dari jumlah kasus tersebut, temuan kasusnya meningkat berkisar antara 100 hingga 120 kasus setiap bulan.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali dr. Ketut Suarjaya mengatakan, memang temuan kasus HIV/AIDS terus meningkat setiap bulan antara 100 hingga 120 orang.

Namun perlu disadari bahwa berdasarkan hitungan epidemiologi estimasi jumlah kasus di Bali ada di angka sekitar 31 ribu, sehingga kurang lebih ada sebanyak 9 ribu orang yang belum terdeteksi.

Hari AIDS Sedunia, Kenali Lebih Dekat Fakta dan Mitos tentang Penyakit HIV/AIDS

Kisah Penderita HIV yang Bangkit Setelah Suami Meninggal dan Diusir dari Keluarga

640.000 Orang Hidup dengan HIV, Berikut Fakta dan Sejarah HIV/AIDS

"Kasus itu seperti fenomena gunung es. Yang kelihatan sekarang baru 22 ribu sehingga ada 9 ribu kasus yang masih dibawah permukaan," kata Suarjaya.

Hal itu ia jelaskan ketika ditemui awak media saat peringatan Hari AIDS Sedunia Provinsi Bali di Gedung Keuangan Negara, Denpasar, Minggu (1/12/2019).

Dijelaskan olehnya, saat ini masih banyak orang yang beresiko tertular virus HIV, sehingga pihaknya terus melakukan berbagai upaya untuk membongkar "gunung es" tersebut.

Salah satu upayanya yakni melalui pemeriksaan terhadap orang-orang yang beresiko agar 9 ribu kasus dibawah permukaan tersebut bisa ditemukan.

"Kita ingin menemukan ini tujuannya agar yang 31 ribu ini supaya bisa kita dapatkan dan kita obati dan kualitas hidupnya menjadi baik. Tidak sampai dia meninggal dan menderita infeksi-infeksi lain," tegasnya. (*)

Penulis: I Wayan Sui Suadnyana
Editor: Meika Pestaria Tumanggor
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved