Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

74 Persen Wilayah Indonesia Alami Keterlambatan Musim Hujan, Ini Penyebabnya

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengumumkan, kedatangan awal musim hujan akan mengalami kemunduran di sebagian besar wilayah

Tayang:
Net
Ilustrasi hujan 

TRIBUN-BALI.COM - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengumumkan, kedatangan awal musim hujan akan mengalami kemunduran di sebagian besar wilayah Indonesia.

Sebagian wilayah pulau Jawa akan memasuki musim hujan pada Dasarian I (10 hari pertama) dan Dasarian II (10 hari kedua) bulan Desember.

Beberapa pembaca berspekulasi, ini ada hubungannya dengan perubahan iklim.

Benarkah hal tersebut?

Adi Ripaldi, Kasubid Analisis Informasi Iklim BMKG mengatakan, penelusuran sejauh ini belum mengerucut perubahan iklim sebagai penyebab mundurnya musim hujan.

Tersedia 4 Tangki Avtur dengan Total Kapasitas 96.000 Liter, Pertamina Resmikan DPPU Tambolaka

Dijuluki Sleeping Beauty, Inilah Mumi Terindah di Dunia yang Bisa Berkedip jika Dilihat Lebih Dekat

Sri Mulyani Sindir Para Artis yang Suka Pamer Saldo ATM di Medsos & Beri Pesan Menohok Ini

"Assesment kita (BMKG) belum mengerucut bahwa perubahan iklim sebagai penyebabnya," kata Adi dihubungi Kompas.com, Senin (2/12/2019).

Meski belum diketahui apakah perubahan iklim punya andil dalam hal ini, Adi mengatakan, tren selama 10 tahun terakhir menunjukkan pergeseran untuk awal musim hujan di Indonesia.

Dia memberi contoh, yang semula awal musim hujan berada di bulan Oktober bergeser ke November, kemudian dari November menjadi Desember.

Ini seperti kemunduran awal musim hujan yang terjadi tahun ini.

"Kecuali ada gangguan fenomena iklim skala luas yang kuat seperti La Nina, maka awal musim hujan kita justru akan hadir lebih awal atau maju," terang Adi.

Anggaran PUPRKim Menyusut, Tahun 2020 Hanya 15 Km Jalan di Bangli Akan Dihotmix

Lakukan 6 Hal Ini Jika Ingin Punya Ingatan Kuat, Tips Meningkatkan Kemampuan Memori Otak

Fakta Lengkap Atlet Senam Sea Games Dipulangkan atas Tuduhan Tak Perawan, Ini Wawancaranya

Tren pergeseran musim tak hanya terjadi pada masuknya awal musim hujan. Pergeseran juga berlaku untuk awal musim kemarau.

"Secara tren, musim kemarau juga mengalami shifthing atau bergeser menjadi lebih maju atau awal. Apalagi pada saat ada gangguan el nino seperti tahun 2015 dan 2019," ungkap Adi.

Tentang El Nino dan La Nina Untuk diketahui, El Nino Southern Oscillation (ENSO) adalah fenomena global dari sistem interaksi laut dan atmosfer yang dikenali dengan menggunakan anomali suhu permukaan laut di wilayah Ekuator Pasifik Tengah.

Jika anomali suhu permukaan laut di daerah tersebut positif (lebih panas) hingga melebihi ambang batas (lebih panas dari rata-rata) maka disebut El Nino.

Terima Telepon di Bawah Pohon Saat Hujan, Pria Ini Langsung Disambar Petir Hingga Dada & Paha Hangus

Cara Mengaktifkan Mode Gelap atau Dark Mode Selain di Whatsapp (WA) & Instagram

Koalisi Jembrana Maju Hadang PDIP, 4 Parpol Sepakat Koalisi di Pilkada 2020

Sementara, jika anomali suhu permukaan laut di daerah tersebut negatif (lebih dingin), maka disebut La Nina.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved