Berderai Air Mata, Luh Ariyaningsih Merasa Dikorbankan: Perbekel Dauh Puri Klod Dua Kali Tarik Uang

Berderai Air Mata, Luh Ariyaningsih Merasa Dikorbankan: Perbekel Dauh Puri Klod Dua Kali Tarik Uang

Berderai Air Mata, Luh Ariyaningsih Merasa Dikorbankan: Perbekel Dauh Puri Klod Dua Kali Tarik Uang
Tribun Bali/Putu Candra
Berderai Air Mata, Luh Ariyaningsih Merasa Dikorbankan: Perbekel Dauh Puri Klod Dua Kali Tarik Uang 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Air mata Ni Luh Putu Ariyaningsih terus menetes saat dirinya keluar dari ruang pemeriksaan Pidsus Kejaksaan Negeri (Kejari) Denpasar, Selasa (3/12).

Usai diperiksa selama 5 jam, mantan bendahara Desa Dauh Puri Klod, Denpasar Barat ini resmi ditahan dan mengenakan rompi merah bertuliskan tahanan pidsus.

Oleh tim Pidsus Kejari Denpasar, Ariyaningsih langsung dibawa ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kerobokan, untuk selanjutnya dilakukan penahanan.

Ariyaningsih sendiri saat dilakukan pemeriksaan didampingi pengacara dan suaminya. Saat Ariyaningsih digiring menuju mobil tahanan untuk selanjutnya dibawa ke Lapas Kerobokan, sang suami tampak pasrah.

Ariyaningsih ditetapkan sebagai terdakwa dan ditahan terkait perkara dugaan korupsi APBDes Dauh Puri Klod, Denpasar Barat tahun 2017.

Saat diwawancarai para awak media usia pemeriksaan, Ariyaningsih memberikan pernyataan mengejutkan.

Dia merasa dijadikan korban dalam kasus ini.

Pasalnya dari dari sejumlah pihak yang sempat menikmati uang APBDes, hanya Ariyaningsih yang dijerat hukum.

Sementara mantan perbekel Dauh Puri Klod, I Gusti Made Wira Namiartha yang kini menjadi anggota DPRD Kota Denpasar tak tersentuh.

"Semua (penarikan dan penggunaan uang) diketahui oleh Pak Perbekel (I Gusti Made Wira Namiartha)," ungkap Ariyaningsih menyeka air matanya sembari berjalan menuju mobil tahanan.

Halaman
123
Penulis: Putu Candra
Editor: Aloisius H Manggol
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved