Sponsored Content

Menjadi Kader JKN, Bukti Pengabdian Kepada Negeri

I Wayan Ariartha merupakan pensiunan Aparatur Sipil Negara (ASN) berumur 60 tahun yang sudah menjadi Kader JKN di wilayah kerja BPJS Kesehatan Denpasa

Menjadi Kader JKN, Bukti Pengabdian Kepada Negeri
istimewa
I Wayan Ariartha

TRIBUN-BALI.COM - Dalam upaya memberikan sosialisasi dan semakin mendekatkan diri dengan masyarakat mengenai program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS), BPJS Kesehatan melakukan inovasi dengan membentuk Kader JKN.

Kehadiran Kader JKN ini merupakan perpanjangan tangan dan penyambung lidah dari BPJS Kesehatan yang bertugas untuk mengunjungi secara langsung peserta Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) dan memastikan peserta tersebut sudah benar-benar memahami arti dari program JKN-KIS

I Wayan Ariartha merupakan pensiunan Aparatur Sipil Negara (ASN) berumur 60 tahun yang sudah menjadi Kader JKN di wilayah kerja BPJS Kesehatan Cabang Denpasar sejak September 2018. Keinginan yang besar untuk terus mengabdi kepada negara pada masa pensiunnya mengarahkan Ariartha untuk menjadi Kader JKN.

“Saya pensiun tanpa persiapan apa pun sampai suatu hari saya mendengar ada rekrutmen untuk menjadi Kader JKN oleh BPJS Kesehatan dan saya rasa profesi ini sangat mulia dan bermanfaat bagi banyak orang,” ungkap Ariartha di awal wawancara.

Berbagai karakter peserta kerap kali ditemukan dalam kunjungan kader ke rumah para peserta.

Selain itu kader juga memberikan pemahaman kepada peserta yang belum mengerti makna gotong royong dari program JKN-KIS bukanlah hal yang mudah terutama kepada peserta yang merasa dirinya sehat dan belum pernah menggunakan haknya untuk mendapatkan fasilitas kesehatan.

“Menjadi kader bukan hanya sekedar mengunjungi peserta, tetapi juga bagaimana menghadapi peserta JKN-KIS yang kadang tidak bersahabat,” ujar Ariartha.

Selain sebagai pengingat iuran, Kader JKN juga bertugas untuk memberikan sosialisasi dan edukasi terkait hak kewajiban peserta serta informasi ter-update seputar JKN-KIS dan menerima pendaftaran peserta segmen PBPU dan Bukan Pekerja (BP) secara individu maupun kolektif.

“Setelah menjadi Kader JKN saya melihat berbagai tantangan yang salah satunya adalah bagaimana menyadarkan masyarakat akan kewajibannya sebagai peserta JKN-KIS untuk rutin membayar iuran,” cetus Ariartha.

Selain sebagai Kader JKN yang berkontribusi dalam keberlangsungan program JKN-KIS, Ariartha juga turut merasakan secara pribadi manfaat dari program JKN-KIS.

“Saya juga peserta JKN-KIS yang sudah merasakan langsung manfaat dari program ini, saya divonis mengidap penyakit diabetes yang harus melakukan checkup sebulan sekali dan pastinya tanpa dikenakan biaya sepeser pun,” ujar Ariartha.

Sejalan dengan hal tersebut Ariartha juga turut menyampaikan harapannya kepada program JKN-KIS yang sudah terbukti manfaatnya dalam menyehatkan masyarakat semakin lebih baik.

“Semoga kesadaran peserta dalam membayar iuran semakin meningkat sesuai dengan moto dari BPJS Kesehatan yaitu “Dengan Gotong Royong Semua Tertolong” dan program JKN-KIS ini akan terus berkesinambungan,” pungkas Ariartha. (*)

Editor: Alfonsius Alfianus Nggubhu
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved