Breaking News:

Hampir 10 Ribu Pamedek Tangkil ke Petirtaan Sudamala saat Piodalan Saraswati

Perayaan banyu pinaruh dalam rangkaian hari Saraswati, menjadi momen tersendiri bagi umat Hindu untuk melaksanakan pengelukatan.

TRIBUN BALI/MUHAMMAD FREDEY MERCURY
Para pemedek tengah antre untuk melakukan pengelukatan di Tirta Sudamala, Bangli, Bali, Minggu (8/12/2019). 

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI – Perayaan banyu pinaruh dalam rangkaian hari Saraswati, menjadi momen tersendiri bagi umat Hindu untuk melaksanakan pengelukatan. Tidak sedikit di antara mereka yang memilih melukat ke Pelukatan Tirta Sudamala di Bangli, Bali.

Minggu (8/12/2019) siang, tampak ratusan pemedek antre memadati petirtaan yang terletak di Banjar Sedit, Desa Bebalang, Bangli, Bali ini.

Kelian Adat Banjar Adat Sedit, Jero Mangku Nengah Armada mengungkapkan bahwa ramainya kunjungan pamedek sudah  sejak sehari sebelumnya.

“Kunjungan diawali sejak malam kemarin hingga menjelang malam pelepasan hari Saraswati ini tepatnya sekitar jam 24.00 Wita. Dalam dua hari, jumlah kunjungan diperkirakan mencapai 10 ribu orang,” ujarnya.

Para pemedek tengah antre untuk melakukan pengelukatan di Tirta Sudamala, Bangli, Bali, Minggu (8/12/2019).
Para pemedek tengah antre untuk melakukan pengelukatan di Tirta Sudamala, Bangli, Bali, Minggu (8/12/2019). (Tribun Bali/Muhammad Fredey Mercury)

Lanjut Jero Mangku Armada, kunjungan pamedek tidak hanya dari Bangli, namun juga dari seluruh wilayah di Bali.

“Tingkat kunjungan biasanya meningkat pada saat hari raya suci di Bali seperti Purnama, Tilem, Kajeng Kliwon, dan puncaknya di Hari Raya Saraswati yang tepatnya sekarang disebut dengan banyu pinaruh. Menurut kepercayaan kita sebagai umat Hindu, inilah kesempatan kita untuk melepaskan semua noda-noda yang ada di diri kita yang dikenal dengan pengelukatan Buana Agung lan Buana Alit. Semoga dengan diadakan ritual ini, kita senantiasa diberikan kesejahteraan lahir dan batin dari tuhan yang maha esa,” harapnya.

Para pemedek tengah antre untuk melakukan pengelukatan di Tirta Sudamala, Bangli, Bali, Minggu (8/12/2019).
Para pemedek tengah antre untuk melakukan pengelukatan di Tirta Sudamala, Bangli, Bali, Minggu (8/12/2019). (Tribun Bali/Muhammad Fredey Mercury)

Hal yang sama juga terjadi di objek wisata religi Tirta Pecampuhan Pura Taman Pecampuhan, Desa Pakraman Sala, Susut.

Bendesa Adat setempat, I Ketut Kayana mengungkapkan pamedek yang datang ke Tirta Pecampuhan sudah diketahui sejak Sabtu (7/12) sekitar pukul 20.00 Wita untuk makemit.

“Ada yang jam 20.00 Wita. Ada juga yang datang jam 24.00 Wita untuk makemit, kemudian pagi-pagi baru melaksanakan pelukatan. Untuk kegiatan ini, kami memang menyediakan bale pesantekan untuk mereka, yang mana tempat tersebut bisa menampung hingga 50 orang,” jelasnya.

Kayana menjelaskan Tirta Pecampuhan Pura Taman Pecampuhan dibuka sejak tahun 2017. Dalam perjalanannya, pihak pengelola terus melakukan upaya penataan serta penambahan berbagai fasilitas bagi para pamedek karena jumlah pamedek terus mengalami peningkatan tiap tahunnya.

“Seperti dua hari ini, jumlah pamedek diperkirakan mencapai 2.000 orang lebih. Kami juga tidak membatasi sampai jam berapa pamedek akan melukat. Kalaupun memang ada hingga tengah malam, kami tunggu di sini,” ujarnya.

Kayana mengungkapkan masing-masing pemedek memiliki harapan bervariatif. Kendati demikian, ia menilai kedatangan pamedek ke Petirtaan ini lantaran keunikannya.

“Menurut pamedek, taksu di Tirta Pecampuhan ini tinggi. Sedangkan uniknya, di sini proses pelukatan tidak langsung ke pancoran pelukatan. Di sini mula-mula kita ajak ke pecampuhan, selanjutnya ke pesiraman dedari yang membuat ketenangan hati. Pemedek juga kita ajak ke goa kecil yang mana di dalamnya juga terdapat air terjun juga. Itulah beberapa hal unik, yang bagi para pemedek satu jam di sini terasa kurang,” jelasnya. (mer)

Penulis: Muhammad Fredey Mercury
Editor: Ni Ketut Sudiani
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved