Balita 2,5 Tahun yang Patah Tulang Akibat Kekerasan, Diizinkan Pulang oleh Pihak RSUP Sanglah

Seorang balita berusia 2,5 tahun berinisial KMW yang mengalami patah tulang paha kanan akhirnya diizinkan pulang oleh pihak Rumah Sakit Umum Pusat

Balita 2,5 Tahun yang Patah Tulang Akibat Kekerasan, Diizinkan Pulang oleh Pihak RSUP Sanglah
Tribun Bali/I Wayan Sui Suadnyana
Kepala Instalansi Paviliun Amerta RSUP Sanglah dr. Ida Ayu Kusuma Wardani saat ditemui di ruangannya, Senin (9/12/2019) 

Laporan Jurnalis Tribun Bali, I Wayan Sui Suadnyana

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Seorang balita berusia 2,5 tahun berinisial KMW yang mengalami patah tulang paha kanan akhirnya diizinkan pulang oleh pihak Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Sanglah, Denpasar, Bali

Hal itu diketahui setelah Tribun Bali mengonfirmasi Kepala Instalansi Paviliun Amerta RSUP Sanglah dr. Ida Ayu Kusuma Wardani, Senin (9/12/2019).

Dijelaskan olehnya, Balita yang merupakan korban kekerasan dari kekasih ibunya itu diizinkan pulang oleh pihak RSUP Sanglah pada Rabu, (4/12/2019) lalu.

"Senin kita lakukan pemasangan gips, Selasa kita evaluasi, Rabu akhirnya dipulangkan," kata dr. Dayu saat ditemui di ruangannya.

Hari Anti Korupsi Sedunia, Kejati Bali Umumkan 2 Kasus Dugaan Korupsi

Kebijakan Pemutihan Berakhir, Pemprov Bali Kantongi Pajak Sebesar Rp 685,5 Miliar

Cara Hilangkan Jerawat Bruntusan di Pipi dengan Bahan Alami

Dirinya menyebutkan, bahwa KMW boleh dipulangkan karena mentalnya sudah membaik.

Selepas kepulangan balita tersebut, dr. Dayu meminta kepada wali balita tersebut untuk mendekatkannya kepada orang yang dikenal terlebih dahulu.

Disebutkan olehnya, dari lahir hingga sekarang, yang paling berperan dalam mengurus "si kecil" adalah nenek bersama adik dari ibunya.

Hal itu karena ibu KMW sedang bekerja, sehingga kurang dalam menerapkan pola asuh.

CNBC Indonesia Award 2019, Bank bjb Raih Penghargaan CNBC Indonesia Award

Kasus Ikan Asin hingga Pamer Saldo ATM, Berikut 5 Kontroversi Artis Paling Menghebohkan Tahun 2019

Kasus Balita 2,5 Tahun yang Alami Kekerasan, RSUP Sanglah Tak Temukan Tanda Kekerasan Seksual

"Pola asuh yang totalitas jadi nenek dan tante atau adik ibunya. Sehingga kelekatan itulah yang bagus terjadi. Sehingga kita memberikan evaluasi ke neneknya, apabila ada orang baru yang mendekati dan adik ini mengelak atau berteriak, itu berarti dia belum mau," jelasnya.

Hal seperti itu, kata dia, diusahakan dihindari untuk menghadirkan suasana nyaman kepada yang bersangkutan yang akan membentuknya menjadi kooperatif.

dr. Dayu mengatakan, bahwa rawat jalan untuk KMW masih terus dilakukan, yakni untuk kontrol dan mengganti gips yang terpasang. (*)

Penulis: I Wayan Sui Suadnyana
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved