Dit Intelkam Polda Bali Bertemu Perwakilan Media Online, Bahas Penangkalan Hoax hingga Isu SARA
Dit Intelkam Polda Bali melakukan silaturahmi dengan sejumlah perwakilan media online di Bali
Penulis: Zaenal Nur Arifin | Editor: Irma Budiarti
Dit Intelkam Polda Bali Bertemu Perwakilan Media Online, Bahas Penangkalan Hoax hingga Isu SARA
Laporan Wartawan Tribun Bali, Zaenal Nur Arifin
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Dit Intelkam Polda Bali melakukan silaturahmi dengan sejumlah perwakilan media online di Bali.
Seperti Ikatan Wartawan Online (IWO) Bali, Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Bali, Asosiasi Media Online (AMO) Bali dan pimpinan redaksi media online lainnya, Jumat (13/12/2019) kemarin.
Wadit Intelkam Polda Bali AKBP Dwi Wahyudi mengatakan silaturahmi ini dalam rangka menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif menjelang Hari Raya Natal dan tahun baru 2020 serta Pilkada Serentak 2020.
• Dicopot dari Jabatan Dirut Garuda, Ternyata Ari Askhara Juga Jadi Komisaris di 6 Perusahaan Ini
• Gejala Seseorang Terjangkit HIV/AIDS Bisa Terlihat Pada Kulitnya, Diantaranya Ruam Dan Lepuh
“Kami berharap dengan IWO Bali bisa bekerjasama dalam menjaga stabilitas kamtibmas di Bali melalui kegiatan menangkal hoax, isu SARA dan radikalisme,” harapnya.
Juga berharap Polda Bali dan IWO terjadi komunikasi berkelanjutan, utamanya terkait perkembangan informasi maupun berita di masyarakat.
“Perkembangan situasi menjelang Pilkada Serentak 2020 terpantau masih landai, kemungkinkan tahun 2020 akan kelihatan perkembangannya apabila figur/bakal calon sudah muncul. Polda Bali masih konsentrasi menjelang Natal dan Tahun Baru 2020,” ungkap AKBP Dwi Wahyudi, Sabtu (14/12/2019).
Ketua IWO Bali I Nyoman Sutiawan menyampaikan, IWO Bali siap bekerjasama dengan Polda Bali dalam beberapa hal.
Di antaranya meng-counter hoax maupun berita serta informasi yang mengandung unsur SARA serta radikalisme, di samping berita yang sifatnya provokatif.
• Gemar Bertapa dan Panjang Umur Bagi Mereka yang Lahir Sabtu Pon Sinta, Ini Jalan Hidupnya
• Menteri BUMN Erick Thohir Tertawa Saat Dengar Anak Usaha Bernama Garuda Tauberes Indonesia
Sutiawan berharap silaturahmi terus berlanjut dan berkala dengan tujuan berbagi informasi seputar media online dan media sosial.
Menurutnya, hoax biasanya muncul di media sosial, sehingga harus dibedakan mana media sosial dan media mainstream.
Media online, lanjutnya, sudah mempunyai badan hukum dan hasil karya jurnalistik yang profesional, media sosial baru bersifat informasi yang belum tentu benar, karena bisa saja hoax.
"Oleh karena itu masyarakat jangan menelan mentah-mentah informasi tersebut. Namun harus dicari sumbernya, terlebih kalau memang link-nya dari media yang dipercaya, harus diapreasiasi tetapi kalau hanya berita sepotong atau tidak lengkap agar masyarakat tidak percaya," katanya
(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/foto-istimewa-kiriman-bid-humas-polda-bali2.jpg)