Dukung Hari Disabilitas ,BPR Lestari Bali Distribusikan Beras ke Asrama SLB Negeri 1 Tabanan
Memasuki Bulan Desember, BPR Lestari Bali kembali hadir dengan program #MakeAnImpact yakni Lestari for Kids
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Memasuki Bulan Desember, BPR Lestari Bali kembali hadir dengan program #MakeAnImpact yakni Lestari for Kids yang rutin dilakukan setiap 2 bulan sekali memberikan bantuan beras sebanyak 8 Ton kepada anak-anak di 40 panti asuhan dan panti disabilitas binaan BPR Lestari.
Dalam rangka Hari Disabilitas Internasional, BPR Lestari Bali memperkenalkan salah satu dari 40 panti asuhan binaan yakni Asrama SLB Negeri 1 Tabanan.
Jika melihat sekilas dari luar, bangunan ini hanya tampak seperti sekolah pada umumnya.
Namun ternyata, setiap sudutnya dipergunakan sebagai area untuk mengasah keterampilan murid di sana.
Jika menengok ke bagian gedung di sisi belakang, maka tampak bangunan asrama yang dihuni oleh kurang lebih 25 anak.
• Biaya Rp 4.3 Milliar, Kualitas Bangunan Puskesmas Selat Karangasem di Bawah Standar
• Fantastis! Desa di Badung Bali Ini Dapat Alokasi Dana Paling Banyak Tahun 2020 Capai Rp 19 M Lebih!
“Total murid di sini sekitar 162 siswa. Sistem pembelajaran terbagi menjadi 4 kelas. Kelas A untuk Tuna Netra, kelas B untuk Tuna Rungu, kelas C untuk Tuna Grahita, dan kelas D untuk Tuna Daksa. Dari SD hingga SMA kami sediakan 4 kelas itu”, ujar Bapak I Gede Sukaca, S.Pd saat ditemui di ruang kepala sekolah.
Dengan menyandang status sekolah negeri, murid-murid di sini tidak membayar uang sekolah.
Untuk yang tinggal di asrama pun juga mendapat bantuan pemerintah sebesar 21.000 per orang per hari efektif.
Artinya, jika hari libur kerja, cuti bersama dan tanggal merah maka tidak mendapat tanggungan.
“Kami sangat bersyukur sekali ada bantuan kiriman beras rutin dari BPR Lestari Bali. Sehingga, saat hari libur kamipun tetap dapat memberikan bekal untuk anak-anak kami”, ujar Kepala Sekolah yang akrab disapa Pak De ini.
• 3 Sebab Ratusan Pelamar Tidak Lolos Seleksi Administrasi CPNS di Buleleng, Ada yang Seadanya
• Pura Penataran Dadia Tangkas Kori Agung di Manggis Hangus Terbakar
Sebagian besar anak-anak yang tinggal di asrama adalah anak-anak yang tidak memiliki orang tua, ataupun memang tidak mau pulang karena tidak terlalu diurus oleh paman atau bibinya.
Bapak Gede mengaku salah satu beban terbesar mengelola SLB adalah menjadikan murid-murid di sini memiliki keterampilannya masing-masing, sehingga mereka bisa langsung bekerja setelah lulus SMA.
SLB Negeri 1 Tabanan adalah SLB percontohan yang memiliki banyak unit kegiatan yakni sejumlah 12 unit seperti tata boga, pembuatan batako, sablon, menjahit, dan masih banyak lagi.
Hingga saat ini sudah banyak lulusan SLB Negeri 1 Tabanan yang berhasil bekerja di berbagai bidang usaha.
Baru-baru ini, lima (5) alumni berhasil bekerja di salah satu restoran ternama di daerah Kabupaten Badung.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/bpr-lestari-bali-kembali-hadir-dengan-program-makeanimpact-yakni-lestari-for-kids.jpg)