Pedagang Kecewa Proyek Pembangunan Pasar Amlapura Barat Karangasem Molor
Pedagang yang berjualan di Pasar Amlapura Barat kecewa lantaran pengerjaan proyek pembangunan Pasar Amlapura Barat molor
Penulis: Saiful Rohim | Editor: Irma Budiarti
Pedagang Kecewa Proyek Pembangunan Pasar Amlapura Barat Karangasem Molor
TRIBUN-BALI.COM, KARANGASEM - Pedagang yang berjualan di Pasar Amlapura Barat, Kelurahan/Kecamatan Karangasem, Karangasem, Bali, kecewa lantaran pengerjaan proyek pembangunan Pasar Amlapura Barat molor.
Pengerjaan proyek pembangunan Pasar Amlapura Barat baru terealisasi 70 persen lebih dari target 95 persen.
Nengah Arta, warga yang berjualan di Pasar Amlapura Barat mengungkapkan, molornya pengerjaan proyek pembangunan Pasar Amlapura Barat sangat merugikan pedagang.
Mereka harus menunggu lama dan terpaksa berjualan di sekitar pasar karena pengerjaan proyek pembangunan Pasar Amlapura Barat masih banyak kurang.
"Pedagang yang dirugikn akibat lambatnya pengerjaan pembangunan pasar. Seharusnya awal tahun 2020 beroperasi, terpaksa diundur karena pengerjaan tidak tepat waktu, lambat. Banyak pedagang yang mengeluh dan kecewa," jelas Arta, Minggu (15/12/2019).
Pihaknya meminta rekanan lebih serius menggarap proyek Pasar Amlapura Barat, dan menambah buruh agar selesai tepat waktu.
Sisa waktu pengerjaan tinggal 12 hari, sedangkan persentase realisasi pengerjaan baru mendekati 75 persen, artinya sisa pengerjaan 25 persen yang harus dikebut.
Hal serupa juga diungkapkan Ketua DPRD Karangasem, Gede Dana.
Pihaknya juga kecewa dengan molornya proyek pembangunan Pasar Amlapura Barat ini.
Mengingat anggaran yang digunakan cukup besar, sekitar Rp 14 milliar lebih dari Pemerintah Karangasem.
Bahkan pihaknya meminta kontraktor yang seperti ini diberikan sanksi atau di-blacklist.
"Kontraktor seperti ini harus diberikan sanksi. Ke depan hati-hati memberikan pekerjaan ke kontraktor seperti ini. Mereka harus diberikan sanksi sesuai ketentuan yang berlaku. Sekarang kontraktor harus menambah pekerjanya tiga kali lipat," tambah Gede Dana.
Politisi asal Desa Datah, Kecamatan Abang ini, berharap pemerintah tidak salah mengambil keputusan terkait permasalahan proyek pembangunan Pasar Amlapura Barat.
Pemerintah harus mencari solusi yang tepat.
Seandainya pun diputus kontrak, ia kasihan pada pedagang karena bangunan akan mangkrak, serta perlu proses tander ulang.
Sebelumnya, Bupati Karangasem, Gusti Ayu Mas Sumatri, marah dan kecewa karena proyek yang digrap PT Adi Murti molor hingga 22 persen.
Seharusnya progres pembangunan Pasar Amlapura Barat sampai Kamis (12/12/2019) lalu, sudah 92 peersen.
Namun kenyataannya baru terealisasi 70 persen.
Bupati perempuan pertama di Karangasem itu, minta pihak rekanan segera mengejar kekurangannya.
Bila perlu menambah buruh dan tenaga kerja sekitar 100 orang untuk mengerjakan kekurangannya.
Satu ruangan, kata Sumatri, harus dikerjakan empat orang supaya pengerjaanya lebih cepat.
Pimpinan PT Adi Murti, Restu Adi mengakui keterlambatan pengerjaan Pasar Amlapura Barat.
Pihaknya mengaku akan memohon perpanjangan waktu ke pemerintah daerah lantaran tidak mampu merampungkan proyek tepat waktu.
Mengingat waktu tersisa sedikit, dan pengerjaanya masih banyak.
"Kami akan berusaha semaksimal mungkin menuntaskanya. Tenaga kerja akan kami tambah sekitar 50 orang untuuk mempercepat pengerjaan. Saat ini kami masih menggunakan sekitar 150 tenaga," ungkap Restu Adi saat ditemui di sekitar Pasar Amlapura Barat.
Restu Adi mengungkapkan, molornya pengerjaan proyek pembangunan Pasar Amlapura Barat dikarenakan waktu pengerjaan terlambat hingga 2 minggu.
"Sebenarnya pegerjaan proyek sebelum Kuningan. Karena ada permintaan pedagang untuk menunda, akhirnya pengerjaan diundur setelah Kuningan," imbuh Restu.
Untuk diketahui, pembangunan Pasar Amlapura Barat dianggarkan sekitar Rp 14 milliar lebih, meliputi pengerjaan fisik dan pengawasan, sumber anggaran APBD Karangasem 2019, dana insentif daerah.
Pengerjaan meliputi pembangunan lapak, kios, serta pelataran untuk para pedagang.
Sesuai DED (Detail Enginering Desain) Pasar Amlapura Barat akan dibangun dua lantai.
Disperindag berharap semua pedagang yang berada di Pasar Amlapura Barat dan Terminal Amlapura bisa tertampung di pasar baru.
Mengingat jumlah pedagang semuanya mencapai sekitar 386 orang lebih.
(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/proyek-pembangunan-pasar-amlapura-barat-molor.jpg)