Pemprov Bali Salurkan Bantuan Bibit, Pacu Ketersediaan Bawang Merah dan Bawang Putih
Untuk memacu jumlah ketersediaan bawang merah dan bawang putih dari produksi Bali, pada tahun 2019 Provinsi Bali telah melakukan upaya-upaya
Penulis: Wema Satya Dinata | Editor: Irma Budiarti
Pemprov Bali Salurkan Bantuan Bibit dan Sarana Prasarana, Pacu Ketersediaan Bawang Merah dan Bawang Putih
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Bawang merah dan bawang putih adalah komoditi pangan yang sangat dibutuhkan masyarakat, dan harus selalu terjamin ketersediaannya, di samping cabai dan beras.
Begitu pentingnya komoditi ini sehingga termasuk komoditi yang dapat berpengaruh terhadap inflasi daerah.
Kepala Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura dan Perkebunan Provinsi Bali, Ida Bagus Wisnuardhana mengatakan rata-rata panen bawang merah di Bali dalam setahun tercatat 1.600 Ha, di mana sentra produksinya terletak di Desa Songan, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli.
“Dengan prodiktivitas rata-rata 13 ton/Ha, produksi bawang merah di Bali dalam setahun mencapai 20.000 ton,” kata Wisnuardhana saat melaksanakan peresemian bantuan bangsal pasca panen bawang merah di Koperasi Tani Sari Pertiwi, Desa Songan, Kintamani, Bangli, Bali, Selasa (17/12/2019).
• Takut Dihanyutkan Banjir, Nano Bubble di Tukad Badung Denpasar Dicabut
• Sidak ke Rutan Klungkung, Ini Yang Ditemukan Tim Gabungan di Sel Warga Binaan
Maka dari itu jika dibandingkan kebutuhan rata-rata bawang merah dalam setahun mencapai 16.800 ton (konsumsi/kapita/tahun rata-rata 4 kg), maka Bali masih mengalami surplus sekitar 3.200 ton dalam setahun.
Sedangkan rata-rata panen bawang putih di Bali dalam setahun tercatat hanya 300 Ha, yang sentranya ada di Penebel, Tabanan.
“Dengan produktivitas rata-rata 10 ton/Ha, produksi bawang putih di Bali dalam setahun hanya sebesar 3.000 ton,” ungkapnya.
Jika dibandingkan kebutuhan rata-rata dalam setahun 10.500 ton (konsumsi/kapita/ tahun rata-rata 2,5 kg), Bali masih kekurangan rata-rata 7.000 ton dalam setahun yang dipenuhi dari bawang putih impor.
Puncak panen bawang merah terjadi pada bulan Februari atau Maret dan Juli s/d Oktober, sedangkan bawang putih pada bulan-bulan September s/d November.
Peningkatan permintaan akan bumbu masakan ini biasanya terjadi pada tahun baru dan upacara-upacara besar keagamaan.
Harga di pasaran pada saat-saat tersebut apabila tidak bertepatan dengan musim panen biasanya meningkat hingga dua kali lipat dari harga normal di pasaran pada kisaran Rp 20 ribu/kg sampai dengan Rp 25 ribu/kg.
• Pemain Bali United Michael Orah Minta Fans Merayakan Juara dengan Positif
• Jelang Natal dan Tahun Baru 2020, Polda Bali Sosialisasi Cegah Upaya Doktrinisasi Paham Radikalisme
Adapun untuk memacu jumlah ketersediaan bawang merah dan bawang putih dari produksi Bali, pada tahun 2019 Provinsi Bali telah melakukan upaya-upaya, antara lain pertama, menyalurkan bantuan bibit bawang merah kepada kelompok tani untuk luasan 110 Ha dan bawang putih untuk luasan 350 Ha.
Kedua, menyalurkan bantuan sarana prasarana pasca panen bawang merah berupa bangsal penyimpanan sebanyak satu unit di Kelompok Tani Desa Songan, Bangli.
Ketiga, edukasi untuk melaksanakan usaha tani bawang merah dan bawang putih secara efektif dan efisien.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/penyerahanbantuan-pemerintah-bangsal-pasca-panen-dan-sarana-produksi-hortikultura.jpg)