Proyek Shortcut 4 Tabanan Hampir Rampung, Ini Penampakan Kondisi Jalan Terbaru
Untuk bisa dilewati kendaraan masih menunggu arahan dari pimpinan dulu. Apakah akan dibuka saat melaspas atau gimana masih menunggu arahan
Penulis: I Made Prasetia Aryawan | Editor: Huda Miftachul Huda
TRIBUN-BALI.COM, TABANAN - Pengerjaan proyek shortcut 4 di wilayah Kecamatan Baturiti, Tabanan sudah hampir rampung.
Hingga saat ini, progres pengerjaannya sudah mencapai 96 persen atau hanya tinggal overlay/pengaspalan dan beberapa finishing.
Setelah dinyatakan rampung nantinya akan dilakukan upacara pemelaspasan terlebih dahulu.
"Saat ini progresnya (shortcut 4) sudah mencapai 96 persen. Nanti tinggal overlay/pengaspalan dan beberapa finishing saja," kata Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) VIII, Nyoman Yasmara, Selasa (24/12/2019).
• PAD Klungkung Naik Berlipat-lipat Setelah Pungutan Wisman Diterapkan, Segini Pendapatannya Sekarang
• Petani di Karangasem Ramai-ramai Babat Pohon Salak, Sekilo hanya Dihargai Rp 1.000
Yasmara melanjutkan, ketika nantinya sudah rampung 100 persen rencananya akan dilakukan upacara pemelaspasan.
Baru setelah itu akan membuka jalan tersebut agar bisa dilalui masyarakat.
"Kami akan laksanakan pemelaspasan (upacara keagamaan) terlebih dahulu. Saat ini masih mohon petunjuk hari baik untuk dilaksanakan, kemungkinan Senin (30/12/2019) mendatang," ungkapnya.
"Kemudian untuk bisa dilewati kendaraan masih menunggu arahan dari pimpinan dulu. Apakah nanti akan dibuka saat melaspas atau gimana masih menunggu arahan," tandasnya.
Dia berharap, setelah rampung dan bisa dioperasikan bisa bermanfaat bagi masyarakat yang melintas di Jalur Denpasar-Singaraja atau sebaliknya.
Ini penampakan terbaru dari proyek jalan pemintas tersebut
Untuk diketahui, shortcut ini nantinya memiliki panjang 1.096 meter yang terdiri dari 611 meter jalan dan 485 meter jembatan.
Proyek jalan pintas ini diharapkan dapat mengurangi tingkat kecelakaan lalulintas dan kemacetan yang kerap terjadi di wilayah Bedugul, Tabanan.
Ada dua wilayah di Tabanan yang terkena imbas pembebasan lahan yakni Banjar Taman Tanda, Desa Batunya, dan Banjar Candikuning II, Desa Candikuning, Baturiti.
Kemudian, ada tiga jenis kepemilikan tanah yang dibebaskan untuk pembangunan shortcut 3 dan 4 Singaraja-Mengwitani.
Pertama, untuk pembebasan lahan milik warga yang terkena dampak pembangunan shortcut memiliki luas 11.223 meter persegi.
Kemudian, untuk lahan Hutan Taman Wisata Alam 14.093 meter persegi, dan untuk tanah milik Pemerintah Provinsi Bali seluas 3.879 meter persegi. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/kondisi-terkini.jpg)