Hari Raya Natal
14 Pecalang Banjar Abasan Denpasar Ikut Menjaga Perayaan Natal di Gereja Maranatha
Sebanyak 14 pecalang atau petugas keamanan tradisional Bali terlihat ikut menjaga kekhusyukan perayaan Natal di Gereja Maranatha
Penulis: Putu Supartika | Editor: Irma Budiarti
14 Pecalang Banjar Abasan Denpasar Ikut Menjaga Perayaan Natal di Gereja Maranatha
Laporan Wartawan Tribun Bali, I Putu Supartika
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Toleransi antar umat beragama sangat terlihat dalam perayaan Natal tahun 2019 ini.
Hal tersebut bisa dilihat di GPIB Maranatha Denpasar, Bali, Rabu (25/12/2019).
Sebanyak 14 pecalang atau petugas keamanan tradisional Bali terlihat ikut menjaga kekhusyukan perayaan Natal di gereja ini.
Dengan menggunakan pakaian khas pecalang, baju hitam, udeng (ikat kepala) poleng atau putih hitam dan kemben juga poleng, mereka melakukan penjagaan di depan gereja.
• 44 Napi Lapastik Bangli Dapat Remisi Natal
• Selamat Hari Natal dan Tahun Baru 2020, Kirim 20 Ucapan Ini Untuk Orang-orang Tersayang
Mereka membantu jemaat yang hadir memarkirkan kendaraan, membantu menyeberangkan, serta mengatur kelancaran lalu lintas bersama pihak kepolisian.
Para pecalang ini merupakan pecalang dari Banjar Abasan, Desa Dangin Puri, Denpasar.
Ketua pecalang Banjar Abasan, Komang Gede Astana atau Mangde mengatakan, pengamanan telah dilaksanakan sejak Malam Kudus, Selasa (24/12/2019) kemarin, dan akan terus dilakukan hingga Selasa (31/12/2019) mendatang.
"Pengamanan kami sejak kemarin sore untuk persiapan Malam Kudus. Kami punya 14 personel dan semua ikut turun," katanya.
Menurut Mangde, kegiatan ini merupakan bentuk toleransi umat beragama yang terjalin di daerahnya.
• Info Peta Rawan Macet di 7 Titik Tempat Wisata di Kuta Saat Libur Natal & Tahun Baru 2020 di Bali
• Hari Natal 2019 & Potret Kerukunan di Bali, Polsek Tegalalang Bersama TNI di Gianyar Mebat di Gereja
Bahkan penjagaan oleh pihak pecalang ini telah dilakukan sejak 4 tahun lalu.
Tak hanya saat Natal saja, pihaknya juga mengadakan penjagaan pada acara lain di GPIB Maranatha Denpasar.
"Pada Minggu pagi dan sore, saat mereka sembahyang kami lakukan penjagaan. Juga pada setiap acara lain yang memerlukan penjagaan," katanya.
Menurutnya, selaku umat bergama pihaknya selalu menjunjung toleransi antar umat beragama.
"Kami toleransi pada semua umat beragama. Karena cuma ada Gereja Maranatha di lingkungan kami, maka kami awali dari sini," katanya.
Ke depannya ia berharap toleransi akan terjaga dan semakin erat.
(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/pecalang-ikut-mengamankan-pelaksanaan-ibadah-natal-di-gereja-maranatha.jpg)