Tak Layak Konsumsi, Dinas Koperindag Jembrana Temukan Bahan Pangan yang Dikemas Ulang

Bahan-bahan makanan itu merupakan kemasan ulang. Di mana pada prinsipnya pengemasan ulang itu melanggar. Sebab, seusai aturan semestinya bahan pangan

Tribun Bali/I Made Ardhiangga Ismaya
Petugas gabungan Loka POM Buleleng dan Diskoperindag Jembrana sidak di toko daerah Lelateng, Kecamatan Negara, Jumat (27/12/2019). 

TRIBUN-BALI.COM, NEGARA - Setelah beberapa waktu lalu menyasar dua swalayan besar di Kota Negara, Loka BPOM Buleleng dan Diskoperindag Jembrana kembali sidak beberapa toko di jantung kota Jembrana.

Lagi, petugas menemukan produk kemasan ulang yang disinyalir produk itu tidak layak dikonsumsi masyarakat.

Pantauan di lapangan, Loka POM Buleleng bersama Dinas Koperindag Jembrana, mendapati bahan pangan yang dikemas ulang di salah satu toko bahan kue di Lelateng, Jumat (27/12/2019).

Sidak yang dilakukan untuk menjamin keamanan bahan pagan selama libur Natal dan tahun baru itu, mengecek toko bahan makanan.

Seperti bahan pembuat kue, kismis, margarin, pengembang kue hingga keju yang dijual oleh pemilik toko.

Bahan-bahan makanan itu merupakan kemasan ulang. Di mana pada prinsipnya pengemasan ulang itu melanggar.

Kapolda Bali Resmikan Paviliun Prasanto Raditya Grihasta RS Bhayangkara Denpasar

Jadwal Acara Hari Pertama Denfest 2019, Ini Petunjuk Tempat Parkir Dan Pengalihan Arus di Denpasar

Sebab, seusai aturan semestinya bahan pangan tidak boleh dikemas dengan jumlah kecil-kecil.

Bahkan, petugas mengaku bahwa kemasan ulang bisa jadi tanpa standar pangan yang layak.

Sehingga diragukan kebersihan dan keamanan bahan pangan tersebut. Bahan itu sudah dijual dengan kemasan pabrik, namun oleh pihak toko, dikemas kecil-kecil hingga mencapai puluhan bungkus.

Dari keterangan pemilik toko ke petugas, pengelola toko mengaku kemasan kecil ini dilakukan karena permintaan pembeli.

Namun, hal itu tetap merupakan pelanggaran. Karenanya, pengelola diminta tidak menjual atau memajang bahan tambahan pembuat makanan.

Kepala Loka POM Buleleng, Made Ery Bahari Hantana mengatakan, pemilik toko kedapatan melakukan re-packing. Atau, proses produksi mengecilkan dari ukuran yang besar.

Produk yang besar memiliki izin. Namun, pada pengecilan produk tidak diketahui, higienis atau keamanan bahan kuenya.

Para Pemain Sukses Bali United Ternyata Berasal Dari Agen Pria Surabaya Ini, Mulai Spaso Hingga Teco

Setelah Persembahkan Gelar Juara Liga I, Pelatih Bali United Akan Dapat Hadiah dari Sang Istri

"Untuk mendapatkan izin itu sangat ketat dan produknya itu bisa dijamin. Tetapi ketika di re-packing (dikemas ulang) dengan proses yang tidak sesuai standar maka diragukan keamanannya," tegasnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved