Virus Demam Babi Afrika Mewabah di Sumatera Utara, Pemprov Bali Tegaskan Bali Masih Aman

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali menegaskan bahwa sampai saat ini Pulau Dewata masih aman dari keberadaan virus African Swine Fever (ASF).

Tribun Bali/I Wayan Sui Suadnyana
Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Bali I Wayan Mardina ketika melakukan konferensi pers di ruang rapat Dinas Pariwisata Provinsi Bali, Jum'at (27/12/2019) 

Laporan Jurnalis Tribun Bali, I Wayan Sui Suadnyana

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali menegaskan bahwa sampai saat ini Pulau Dewata masih aman dari keberadaan virus African Swine Fever (ASF).

Di Indonesia, daerah yang sudah terjangkit ASF yakni Provinsi Sumatera Utara.

Hal itu berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pertanian (Kepmentan) RI Nomor 820/Kpts/PK.32/M/12/2019 tentang Pernyataan Wabah Penyakit demam babi Afrika (African Swine Fever/ ASF pada beberapa kabupaten/kota di Provinsi Sumatera Utara yang dikeluarkan pada 12 Desember 2019.

"Syukur sampai saat ini Bali masih aman. Kejadiannya baru hanya terjadi di Sumatera Utara saja," kata Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Bali I Wayan Mardina.

Hal itu Mardiana jelaskan ketika melakukan konferensi pers di ruang rapat Dinas Pariwisata Provinsi Bali, Jumat (27/12/2019).

Jelang Nataru Peningkatan Hunian Hotel di Badung Capai 100 Persen

Para Pemain Sukses Bali United Ternyata Berasal Dari Agen Pria Surabaya Ini, Mulai Spaso Hingga Teco

Konferensi pers juga dilakukan bersama Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali Putu Astawa.

Mardiana menegaskan, bagi wisatawan yang ingin berlibur tidak Bali tidak perlu mencemaskan adanya isu ASF tersebut.

Terlebih, virus yang lebih dikenal dengan sebutan Demam Babi Afrika itu penularannya hanya terjadi pada ternak babi dan tidak bisa menjangkiti manusia.

"Jadi tidak bisa pada babi ditularkan kepada manusia. Jadi nanti tidak ada rasa kegalauan berkaitan Bali sebagai daerah pariwisata. Wisatawan tidak usah khawatir karena virus ini tidak menular pada manusia hanya menyerang ternak babi," kata dia.

Dilepas Persib, si Gondrong Hariono Diboyong Bali United? Foto Ini Jadi Sorotan Bobotoh

Sosok Ini Jadi Orang Terakhir di Kamar Ketut Raning yang Tewas Bersimbah Darah di Kosan

Dijelaskan olehnya, virus AFS yang masuk dalam famili Asfarviridae ini sangat berbahaya bagi ternak babi, tapi tidak menular pada manusia.

Diceritakan olehnya, perjalanan virus ASF ini dimulai pada 2018 lalu, tepatnya pada bulan September di China.

Kemudian virus ini merembet ke berbagai negara seperti Hongkong, Laos, Korea, Filipina, Vietnam, Mongolia, Timor Leste bahkan Indonesia tepatnya di Provinsi Sumatera Utara.

Menurutnya, guna mengantisipasi penyebaran virus ASF ini keluar Sumatera Utara, pihak Kementan sudah melarang pengiriman daging babi ke wilayah lainnya di Indonesia. (*)

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved