Sejumlah Ornamen Gedung Mario Lepas, DLH Tabanan Tak Punya Anggaran Pemeliharaan
Sejumlah bagian (tempelan) ornament Gedung Kesenian I Ketut Maria Tabanan, Bali mulai rusak atau terlepas,DLH Tabanan tak punya anggaran pemeliharaan
Penulis: I Made Prasetia Aryawan | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
TRIBUN-BALI.COM, TABANAN – Sejumlah bagian (tempelan) ornament Gedung Kesenian I Ketut Maria Tabanan, Bali mulai rusak atau terlepas.
Padahal gedung megah yang baru selesai direnovasi satu tahun lalu.
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Tabanan pun tak menampik dengan kondisi tersebut dan mengaku belum ada anggaran pemeliharaan gedungnya.
DLH Tabanan berjanji akan melakukan perbaikan di anggaran perubahan APBD 2020 mendatang, karena pada anggaran induk masih belum muncul anggaran pemeliharaan.
• Bayi 3 Bulan Jadi Korban Laka Beruntun di Tabanan Bali, Begini Kondisinya
• 97 Perbekel Baru Dilantik, Bupati Tabanan : Jangan Jadi Perbekel Yang Soso!
“Kami sudah cek kondisinya ke lokasi. Memang ada beberapa tempelan yang lepas,” kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup Tabanan, I Made Subagia, Minggu (29/12/2019).
Ia menjelaskan, selama ini pengawasan kondisi gedung memang selalu bekerjasama dengan pihak peminjam dengan bentuk perjanjian.
Jika memang terjadi kerusakan paska digunakan oleh pihak peminjam, akan diperbaiki atau tanggung jawabnya milik peminjam.
Namun, jika ada oknum yang secara tak sengaja merusak fasilitas tersebut, perbaikan akan menggunakan anggaran pemeliharaan dari DLH yang menjadi pemilik aset.
"Jadi biasanya sebelum digunakan oleh pihak peminjam, kami akan cek dulu kondisi gedung. Setelah peminjaman atau setelah acara juga kami cek kondisinya. Jika setelah peminjaman diketahui ada kerusakan kami langsung meminta yang bersangkutan memperbaiki secara swadaya, karena memang kami tidak punya anggaran pemeliharaan,” jelasnya.
Disinggung mengenai tempelan yang saat ini lepas, Subagia menyatakan kemungkinan ulah oknum yang tak sengaja merusak fasilitas tersebut baik ketika ada senggolan atau ditabrak dan aktivitas lainnya.
Dengan kejadian tersebut praktis harus menggunakan anggaran pemeliharan, sementara di DLH tak ada anggaran pemeliharaan.
Sehingga akan diusahakan mendapatkan anggaran pemeliharaan kedepannya.
“Untuk pemeliharaan semua aset DLH termasuk Gedung Mario diperkirakan perlu sekitar Rp 75 juta. Nantinya kami akan inventarisasi dulu di perubahan, karena di anggaran induk memang belum muncul," ucapnya.
Sementara itu, Ketua Komisi II DPRD Tabanan, I Wayan Lara justru mengatakan, akan segera melakukan pengecekan ke Gedung Kesenian I Ketut Mario terkait adanya informasi kerusakan.
“Tak adanya anggaran (pemeliharaan) itu mungkin karena sudah lebih dari enam bulan, sehingga setelah enam bulan tak ada lagi anggaran pemeliharaan dari pihak rekanan,” ungkapnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/salah-satu-bagian-ornament-yang-lepas-di-areal-gedung-kesenian-i-ketut-maria-tabanan.jpg)