Pemprov Bali Dorong Desa Adat Bentuk Pararem Pengelolaan Sampah Plastik
Salah satu yang akan dilakukan pihaknya dalam waktu dekat ini yakni mendorong desa adat di Bali untuk membuat pararem pengelolaan sampah,
Penulis: I Wayan Sui Suadnyana | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Laporan Jurnalis Tribun Bali, I Wayan Sui Suadnyana
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali akhirnya resmi membentuk dua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) baru.
Salah satu OPD tersebut yakni Dinas Pemajuan Masyarakat Adat yang nantinya akan mengurus keberadaan 1.493 desa adat yang ada di Bali.
Kepala Dinas Pemajuan Masyarakat Adat I Gusti Agung Ketut Kartika Jaya Seputra mengatakan, dinas ini dibentuk guna memperkuat kedudukan, tugas dan fungsi desa adat.
Menurutnya, desa adat di Ball sebagai tempat tumbuhnya kebudayaan dan adat istiadat, sehingga keberadaannya harus dikuatkan.
Tidak hanya dari sisi adat dan budaya, penguatan pada desa adat juga dilakukan dari sisi pemerintahan, kelembagaan, dan perekonomian.
• BMKG Ingatkan Potensi Cuaca Buruk di Bali Tiga Hari ke Depan
• Pertama di Bali, Kasus Penganiayaan Anjing Masuk Persidangan, Si Putih Tewas Akibat Pendarahan
Salah satu yang akan dilakukan pihaknya dalam waktu dekat ini yakni mendorong desa adat di Bali untuk membuat pararem pengelolaan sampah, terutama sampah plastik.
"Karena ini merupakan program unggulan dari visi Nangun Sat Kerti Loka Bali, ya tentu akan kita dorong," jelas Kartika Jaya usai pelantikan di Gedung Ksiarnawa Taman Budaya Provinsi Bali (Art Center), Denpasar, Kamis (2/1/2020).
Dikatakan olehnya, keberadaan desa adat nantinya juga harus disinergikan dengan desa.
Di Bali terdapat dua desa, yakni desa dinas dan desa adat yang keduanya harus bersinergi dan tidak boleh berjalan secara sendiri-sendiri.
"Karena itulah salah satu tugas penting kami nanti di Dinas Pemajuan Masyarakat Adat untuk bagaimana nanti secara bersama-sama membangun Bali," kata dia.
• Pejabat Badung Hadiri Pengabenan Korban Penusukan di Mengwi,Langsung Instruksikan Ini di Setiap Desa
• Jenazah Korban Penusukan di Mengwi Badung Diaben Hari Ini
Membangun Bali yang dimaksud mulai dari alam, krama hingga kebudayaan Bali.
Ke depan pihaknya mengaku akan mengundang para bendesa desa adat se-Bali.
Namun karena jumlahnya yang mencapai 1.943, maka akan dilakukan secara bertahap.
"Di samping saya baru dilantik untuk memperkenalkan diri, tentu kita akan diskusi membicarakan program pembangunan desa adat," jelasnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/kepala-dinas-pemajuan-masyarakat-adat-i-gusti-agung-ketut-kartika-jaya-seputra.jpg)