Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Idap Kanker Payudara, Komang Suriya Dewi Terkejut KIS Sudah Dinonaktifkan

Wanita asal Banjar Dinas Sema, Desa Bungkulan, Kecamatan Sawan, Buleleng itu menderita sakit tumor payudara

Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani | Editor: Aloisius H Manggol
Tribun Bali/Ratu Ayu Astri Desiani
Kadek Bendesa (baju hitam) protes ke Dirut RSUD Buleleng dan Ketua DPRD Buleleng, lantaran KIS milik kerabatnya telah dinonaktifkan, Jumat (3/1/2020) 

Diberitakan sebelumnya, memasuki tahun 2020, tarif uran BPJS Kesehatan secara resmi telah dinikan. Dampaknya, kini pemerintah Kabupaten Buleleng melalui Dinas Sosial hanya mampu memberikan bantuan jaminan kesehatan kepada 182.553 masyarakat kurang mampu. Sehingga sudah dipastikan, pada 2020 ini Buleleng tidak mampu memenuhi target Universal Health Coverage (UHC).

Kepala Dinas Sosial Buleleng, Gede Sandhiyasa ditemui di ruang kerjanya Kamis (2/1) mengatakan, pada 2019 lalu sejatinya jumlah penerima bantuan iuran (PBI) kesehatan sebanyak 317.244 orang. Itu menggunakan sharing dana dari pemerintah provinsi Bali dan pemerintah Buleleng, sebesar kurang lebih Rp 87 Miliar. Mengingat pada 2020 ini iuran di kelas III yang diberikan bagi PBI naik dari Rp 23.000 menjadi Rp 42.000 per jiwa per bulan, maka anggaran yang dialokasikan untuk bantuan kesehatan bagi masyarakat kurang mampu pun juga dinaikan menjadi kurang lebih Rp 92 Miliar.

Namun, meski anggarannya sudah dinaikan, pemerintah harus mengurangi jumlah penerima bantuan, hingga mencapai 134.691 orang. Artinya pada 2020 ini, pemerintah hanya bisa mengcover kesehatan untuk 182.553 orang kurang mampu. (rtu)

Sumber: Tribun Bali
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved