Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

4 Desa dan Kelurahan di Denpasar Ini Rawan Bencana Banjir

Kepala Pelaksana BPBD Kota Denpasar menyebutkan, di Denpasar,Bali terdapat empat desa maupun kelurahan yang rawan mengalami bencana banjir

Tayang:
TRIBUN BALI/PUTU SUPARTIKA
Foto : Pengecekan alat dan kendaraan kesiapsiagaan bencana di Denpasar, Bali 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Kepala Pelaksana BPBD Kota Denpasar, IB Joni Ariwibawa menyebutkan, di Denpasar,Bali terdapat empat desa maupun kelurahan yang rawan mengalami bencana banjir dengan intensitas tinggi.

Keempat kelurahan maupun desa itu meliputi Desa Pemecutan Kelod, Padangsambian Kelod, Kelurahan Padangsambian dan Sanur.

"Kalau yang lainnya masuk kategori sedang hingga rendah," kata Joni, Senin (6/1/2020).

Di Desa Pemecutan Kelod, yang rawan banjir yakni Jalan Pura Demak, Padangsambian Kelod terletak di Perumahan Purnawira, Perumahan Padang Indah, serta Jalan Gunung Payung.

Dinilai Lalai dan Tak Mampu Atasi Banjir Jakarta, Sejumlah Warga Akan Gugat Pemprov DKI Jakarta

Alfamart Alirkan Bantuan untuk Korban Banjir

Kompak Pakai Kaus dan Jaket Partai, PSI Pusat Gotong Royong Bersihkan Sisa-sisa Banjir

Untuk di kelurahan Padangsambian terdapat di sekitaran SD 11 Padangsambian, serta Jalan Kebo Iwa Tengah.

Dan untuk wilayah Sanur terletak di Jalan Bumi Ayu karena wilayahnya cekung.

"Di Jalan Bumi ayu ini karena cekungan, tapi kami upayakan pemasangan pompa dan siapkan pompa untuk menyedot genangan," katanya.

Sementara untuk pohon tumbang, rata-rata di wilayah Denpasar berpotensi pohon tumbang.

"Kalau pohon itu rindang, pasti berpotensi tumbang karena berat apalagi sudah tua. Kami kerjasama dengan DLHK untuk melakukan perompesan," katanya.

Sementara untuk antisipasi bencana musim penghujan ini, pihaknya telah menyiapkan beberapa armada dan peralatan yakni 10 mobil pemadam untuk menanggulangi kebakaran, 12 mesin sedot saat ada banjir, 10 sensor kayu, 2 mobil pick up, 1 mobil ranger, satu mobil serbaguna, 1 mobil toilet, tangki air, tali temali, tangga, life jacket, perahu karet 5 buah yakni 3 di Balawista dan 2 di Pos Induk Jalan Imam Bonjol.

"Informasi kegawatdaruratan kami layani melalui nomor 112 atau 223333 selama 24 jam," katanya.

Empat pos pun selalu siap siaga yakni Pos Induk Imam Bonjol, Pos Juanda, Pos Mahendradata serta Pos Ubung.

Juga ada 7 ambulance, dimana tiga ambulance berada di bawah BPBD, 1 ambulance milik PMI Kota Denpasar, serta 3 ambulance di Puskesmas yang digerakkan melalui Pusdalops BPBD Kota Denpasar,.

Untuk personil pihaknya memiliki 290 personil, dimana di masing-masing pos terdapat 8 anggota regu reaksi cepat damkar, 5 personil untuk ambulance gawat darurat, dan 4 personil pusdalops yang mengelola pengaduan masyarakat.

"Setiap pos perharinya ada 50 orang yang siap siaga," katanya.

Selain itu, juga telah dibentuk desa tangguh bencana dimana desa diberikan kewenangan untuk melakukan penanggulangan bencana. (*)

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved