Ria Irawan Meninggal
Ria Irawan Meninggal, Bagaimana Cara Kanker Kambuh dan Menyebar?
Bagaimana kanker yang sudah dinyatakan sembuh bisa kambuh kembali, bahkan menyebar hingga ke mana-mana?
Senada dengan Denny, Dr. dr. Aru Wisaksono Sudoyo, Sp.PD-KHOM selaku Ketua Yayasan Kanker Indonesia (YKI) pernah menjelaskan bahwa kanker terdiri dari banyak sel.
Apabila ada sel kanker yang terlewat dari sasaran kemoterapi, meskipun hanya satu, sel tersebut bisa berkembang dan memunculkan kanker lagi.
Denny pun mengakui bahwa kanker memang tidak bisa dibilang pasti akan kambuh atau tidak, tetapi kontrol secara teratur akan dapat menangkap kambuhnya kanker sejak awal sehingga bisa diobati menjadi baik.
Sayangnya, sering kali pasien kanker yang sudah dinyatakan bersih dari kanker tidak mau kembali untuk kontrol.
Alhasil, ketika kambuh, kankernya sudah berat dan sulit untuk diobati.
Bagaimana cara kanker menyebar? Denny berkata bahwa penyebaran kanker bisa melalui dua jalur, yakni pembuluh darah dan kelenjar getah bening yang tersebar ke seluruh badan.
Pada kasus kanker rahim, sel kanker bisa menyebar melalui keduanya. Pada stadium awal, pertahanan tubuh akan berusaha untuk memblokir sel kanker agar berhenti pada kelenjar getah bening secara lokal.
Namun, apabila dibiarkan terus-menerus, ketahanan tubuh akan kalah dan getah bening akan dikuasai oleh sel kanker untuk menyebar ke mana-mana, termasuk paru-paru dan otak seperti yang dialami oleh Ria.
Lalu, harus bagaimana? Itulah sebabnya, kontrol secara berkala sangat penting untuk dilakukan, bahkan oleh pasien yang telah dinyatakan bersih dari kanker sekalipun.
Jangka waktu kontrol sangat tergantung pada tiga hal, yakni organ yang terkena kanker, stadium, dan jenis atau derajat keganasannya.
• Sebanyak 50.300 Pohon di Denpasar Diasuransikan, Ini Alasannya
"Kalau organ vital, ganas, dan stadium lanjut, bisa kontrol setiap bulan. Kalau bukan organ vital dan stadium awal, misalnya kanker serviks atau payudara stadium satu dengan derajat satu atau dua, maka kontrol bisa enam bulan sampai satu tahun," ujar Denny.
Pada saat kontrol, dokter akan melihat hasil tes tumour marker atau penanda kanker pada darah.
Bila ada risiko kambuh, maka penanda kanker, misalnya CA 153 atau CA 125 untuk kanker payudara, akan mengalami kenaikan.
Kenaikan ini tidak serta-merta memastikan bahwa kanker telah kambuh sehingga diperlukan pengambilan foto atau pencitraan.
Bila kanker payudara, maka pencitraan yang dibutuhkan berupa pemeriksaan USG atau mammografi; sedangkan untuk kanker otak dibutuhkan CT Scan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/ria-kembali-dirawat-di-rumah-sakit-karena-kanker.jpg)