Ngopi Santai
The Power of Air Mata: Menangis Itu Bisa Menyembuhkan
Bahkan dalam kehidupan saya sendiri, saya berterima kasih ketika saya bisa menangis
Penulis: Sunarko | Editor: Huda Miftachul Huda
Seperti samudera, air mata adalah (berasa seperti) air asin.
Kata Orloff, secara protektif air mata didesain dari “sononya” untuk jadi pelumas bagi mata, menghilangkan iritasi, mengurangi hormon stres, dan mengandung antibodi yang melawan mikroba patogenik.
Menurut Orloff, tubuh manusia memproduksi tiga jenis air mata: air mata refleks, air mata berterusan (continuous) dan air mata emosional.
Masing-masing jenis memiliki peran menyembuhkan yang berbeda-beda.
Misalnya, air mata (jenis) refleks. Air mata ini memungkinkan mata Anda untuk membersihkan partikel-partikel berbahaya ketika mereka teriritasi oleh asap atau gas buangan.
Jenis kedua, yakni air mata berterusan (continuous), diproduksi secara teratur untuk menjaga mata kita terlumasi.
Air mata jenis ini mengandung bahan kimia yang disebut "lisozim" yang berfungsi sebagai anti-bakteri dan melindungi mata kita dari infeksi.
Air mata juga mengalir ke hidung melalui saluran air mata untuk menjaga hidung tetap lembab dan bebas bakteri.
Biasanya, setelah menangis, pernapasan kita jadi stabil dan detak jantung menurun, dan kita memasuki keadaan biologis serta emosional yang lebih tenang.
Jenis air mata emosional bahkan memiliki manfaat istimewa bagi kesehatan.
Pakar biokimia yang juga "ahli air mata" di Ramsey Medical Center di Minneapolis, Dr. William Frey, menemukan bahwa air mata refleks 98 persen berisi air; sedangkan air mata emosional bermuatan hormon stres yang dikeluarkan dari tubuh melalui menangis.
Setelah mempelajari komposisi air mata, Dr. Frey menemukan bahwa air mata emosional melepaskan hormon-hormon stres dan racun-racun lain yang menumpuk selama stres.
Studi lanjutan juga menunjukkan bahwa menangis merangsang produksi endorfin, yakni hormon alami dalam tubuh kita yang berfungsi sebagai penghilang rasa sakit/nyeri, yang sering pula disebut sebagai hormon kebahagiaan.
Selain itu, menangis juga merangsang munculnya hormon-hormon feeling-good, yakni hormon-hormon yang menimbulkan perasaan nyaman.
Manusia adalah satu-satunya makhluk yang diketahui meneteskan air mata emosional, walaupun ada kemungkinan gajah dan gorila juga memiliki air mata emosional.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/ilustrasi-menangis_20180420_121523.jpg)