Ngopi Santai

The Power of Air Mata: Menangis Itu Bisa Menyembuhkan

Bahkan dalam kehidupan saya sendiri, saya berterima kasih ketika saya bisa menangis

Penulis: Sunarko | Editor: Huda Miftachul Huda
kompas.com
ilustrasi menangis 

Mamalia lain menghasilkan air mata refleks yang melindungi dan melumasi.

Menangis membuat kita merasa lebih baik, bahkan meskipun masalah masih belum terselesaikan.

Selain detoksifikasi fisik, air mata emosional juga membantu menyembuhkan luka batin.

Jadi, kata dokter Orloff, jangan tahan air mata anda.

“Pasien saya terkadang berkata,`maafkan saya karena menangis. Aku berusaha keras untuk tidak menangis. Itu membuat saya merasa lemah`. Saya malah terenyuh mendengar perkataan itu. Saya tahu dari mana sentimen itu berasal: yakni dari orangtua yang tidak nyaman jika anaknya menangis, serta masyarakat yang menganggap bahwa menangis menandakan kelemahan, dan bahwa `orang kuat itu tidak menangis`,” tulis Dr. Orloff.

"Saya menentang anggapan semacam itu (bahwa tangisan adalah pertanda kelemahan). Justru paradigma baru yang tercerahkan menegaskan, pria dan wanita yang kuat adalah mereka yang memiliki keberanian dan kesadaran diri untuk menangis. Inilah orang-orang yang membuatku terkesan, bukan mereka yang memasang tampang sok tegar tapi ketegaran palsu,” kata Orloff.

Jadi, kata dia, buang konsepsi atau anggapan usang yang tidak benar tentang menangis.

Menangis itu bagus. Menangis itu sehat. Menangis itu membantu menghilangkan kesedihan dan stres secara emosional.

Menangis juga penting untuk menyelesaikan kepedihan, terutama ketika gelombang air mata menghampiri kita setelah mengalami kehilangan.

Namun, masih belum jelas apakah dokter Orloff pernah meneliti adakah manfaat “air mata buaya darat” bagi kesehatan. Bagaimana pendapat(an) anda?

Sumber: Tribun Bali
Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved