Pemprov Bali Tambah Anggaran untuk Pemkab Buleleng, Akan Kembali Aktifkan 134 Ribu PBI Kesehatan

Pemerintah Kabupaten Buleleng Akan Mengaktifkan Kembali 134 Ribu PBI Kesehatan, Hanya Cukup Sampai Juli

Pemprov Bali Tambah Anggaran untuk Pemkab Buleleng, Akan Kembali Aktifkan 134 Ribu PBI Kesehatan
Tribun Bali/Ratu Ayu Astri Desiani
Foto: Suasana rapat di ruang gabungan komisi DPRD Buleleng, Senin (6/1/2020). Dalam rapat ini diputuskan pemerintah akan mengaktifkan kembali 134 ribu PBI Kesehatan. 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Kabar gembira bagi masyarakat Buleleng kurang mampu, yang sebelumnya bantuan jaminan kesehatannya sempat dinonaktifkan oleh pemerintah.

Kini, pemerintah akan mengaktifkan kembali 134 ribu peserta kurang mampu yang jaminan kesehatannya sempat dinonaktifkan.

Keputusan tersebut merupakan hasil rapat yang digelar oleh Ketua dan Anggota Komisi IV DPRD Buleleng, bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TPAD) Buleleng.

Ditemui seusai rapat, Ketua TPAD Buleleng Dewa Ketut Puspaka mengatakan, anggaran sebelumnya yang dimiliki untuk memberikan bantuan jaminan kesehatan bagi masyarakat kurang mampu sebesar Rp 92 Miliar.

Penjaga Kos di Buleleng Curi Laptop Mahasiswi Ini Untuk Beli Obat Panas 3 Anaknya yang Sakit

Warga Ringdikit Buleleng Ancam Demo, Krisis Air Bersih Karena Air PDAM Mati Sejak Sebulan Lalu

Namun belakangan ini, pemerintah provinsi Bali kembali menambahkan anggaran sebesar Rp 5 Miliar untuk Pemkab Buleleng.

Sehingga total anggaran yang kini dimiliki oleh Pemkab Buleleng untuk memberikan bantuan jaminan kesehatan bagi masyarakat kurang mampu sebesar Rp 97 Miliar.

Setelah dihitung, anggaran tersebut dapat mengcover kembali 134 ribu penerima bantuan iuran (PBI) kesehatan yang sebelumnya sempat dinonaktifkan.

Artinya, bila dijumlahkan dengan peserta yang masih aktif sebelumnya, melalui anggaran sebesar Rp 97 Miliar itu pemerintah bisa memberikan bantuan jaminan kesehatan kepada 317.244 PBI.

Puspaka berkata, anggaran Rp 97 Miliar itu hanya cukup untuk menanggung 317.244 peserta sampai di bulan Juli 2020.

Sementara untuk bulan Agustus sampai Desember, pihaknya masih kekurangan anggaran kurang lebih sebesar Rp 62 Miliar.

Halaman
12
Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani
Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved