Terjadi di Nusa Penida, Aspal Belum Kering Dilewati, Begitu Rusak Protes dengan Corat-coret

Warga juga tidak membolehkan rekanan mengerjakan pengaspalan pada malam hari melebihi pukul 22.00.

Penulis: Eka Mita Suputra | Editor: Bambang Wiyono
istimewa
Warga protes jalan rusak dengan corat-coret. 

“Kami dari Komisi II mengajak masyarakat mengerti pentingnya waktu pengerasan aspal. Sehingga sementara tidak melalui jalan yang baru dilakukan pengaspalan. Atau bisa memberikan rekanan bekerja saat malam hari, dan paginya baru dilewati," ungkap Artison.

Tak Takut Dipidanakan

I Nengah Setar mengakui, dirinya lah yang bertanggungjawab atas protes dengan mencorat-coret ruas jalan Pondokhe - Senangka yang baru diperbaiki tersebut.

“Jalan itu baru selesai kurang dari dua bulan, tapi rusak seperti itu. Itu yang masyarakat keluhkan," dalih Nengah Setar.

Terkait aksinya yang dikatakan merusak fasilitas umum, Nengah Setar mengaku tidak takut jika dilaporkan terkait hal itu.

Alasannya, untuk kepentingan masyarakat.

“Kalau karena aksi saya itu, saya dilaporkan, saya siap. Apalagi itu menyangkut kepentingan masyarakat," ujarnya.

Namun Nengah Setar mengakui, ruas jalan yang rusak sudah diperbaiki oleh pihak rekanan. (*)

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved