Cuaca Ekstrem, Wahana Watersports Tanjung Benoa Bali Berlakukan Sistem Buka Tutup

Antisipasi hal-hal yang tidak diinginkan saat aktivitas watersports di kawasan Tanjung Benoa, operator memberlakukan sistem buka tutup

Cuaca Ekstrem, Wahana Watersports Tanjung Benoa Bali Berlakukan Sistem Buka Tutup
Tribun Bali/Zaenal Nur Arifin
Wisatawan saat melakukan aktivitas watersports di kawasan Tanjung Benoa, Kuta Selatan, Badung, Bali. Cuaca Ekstrem, Wahana Watersports Tanjung Benoa Bali Berlakukan Sistem Buka Tutup 

Cuaca Ekstrem, Wahana Watersports Tanjung Benoa Bali Berlakukan Sistem Buka Tutup

Laporan Wartawan Tribun Bali, Zaenal Nur Arifin

TRIBUN-BALI.COM, BADUNG - Antisipasi hal-hal yang tidak diinginkan saat wisatawan melakukan aktivitas wisata bahari permainan air atau watersports di kawasan Tanjung Benoa, Kuta Selatan, Badung, operator watersports Gabungan Usaha Wisata Tirta (Gahawisri) Badung memberlakukan sistem buka tutup operasional.

Hal tersebut dilakukan oleh Gahawisri Badung untuk mengantisipasi cuaca ekstrem yang terjadi saat ini, di mana BMKG memprakirakan terjadi cuaca ekstrem yang bisa berubah sewaktu-waktu.

"Dampaknya (cuaca ekstrem) ya, kami harus buka tutup wahana permainan air dengan melihat situasi kondisi cuaca dan kecepatan angin. Tapi kami masih bisa operasional seperti biasa, hanya paling ditutup sementara selama 1 sampai 2 jam," ujar Ketua Gahawisri Badung, Nyoman Wana Putra Rabu (8/1/2020).

Wana Putra menambahkan, antisipasi tersebut telah dilakukan beberapa hari lalu, khususnya pada hari Sabtu dan Minggu saat angin kencang hampir di seluruh wilayah Bali.

“Waktu itu (saat angin kencang) kami tutup seluruh wahana watersports selama sekitar enam jam,” imbuhnya.

Ia menyampaikan, dengan kondisi cuaca seperti ini, para pengelola dan pengusaha wisata air terpaksa harus menolak wisatawan yang datang, atau mengarahkannya ke wahana alternatif lain yang aman.

"Kami harus sampaikan bahwa cuaca tidak bisa melawan karena berisiko, dan nyawa taruhannya. Mereka kami berikan pengertian dan akhirnya mereka mau untuk membatalkan rencananya, atau ada juga yang menunggu kondisi cuaca membaik. Kalau pada waktu itu anginnya sangat kencang, jadi mungkin baru bisa main besoknya," jelasnya.

Ia menambahkan, saat ini Gahawisri Badung menaungi sekitar 20 operator dan pengusaha wisata watersports di kawasan Tanjung Benoa.

"Dan apabila ada aturan penutupan sementara wahana permainan air akibat dampak dari cuaca buruk, maka hal itu harus dipatuhi oleh seluruh seluruh operator," tegas Wana Putra.

Mengenai kunjungan watersports selama libur Nataru 2020 kemarin, mengalami kenaikan jumlah wisatawan sekitar 80 persen.

"Kalau awal tahun 2020 ini jumlah kunjungan mengalami sedikit penurunan yang menurut kami memang diakibatkan oleh kondisi cuaca," ujarnya.

(*)

Penulis: Zaenal Nur Arifin
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved