Pasca Nataru, Harga Komoditas Hasil Pertanian di Badung Merangkak Naik
Bawang merah, harga di pasaran saat ini berkisar Rp 33.800 per kilogram, padahal sebelumnya hanya Rp 28.500 per kilogram.
Penulis: I Komang Agus Aryanta | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Harga di pasaran saat ini berkisar Rp 33.800 per kilogram, padahal sebelumnya hanya Rp 28.500 per kilogram.
• Museum Arak Bali Senilai Ratusan Juta Bakal Dibangun di Karangasem, Pengunjung Dapat Oleh-oleh
• Tanggapan Ratu Inggris atas Keputusan Pangeran Harry dan Meghan Markle Mundur dari Tugas Kerajaan
Bahkan, di beberapa pasar yang ada di kecamatan tembus Rp 40.000 per kilogram.
Lombok kecil juga ikut naik yakni mencapai Rp Rp 50.800 per kilogram, padahal sebelumnya hanya kisaran Rp 23.800 per kilogram.
Kepala Dinas Koperasi, UKM, dan Perdagangan Kabupaten Badung I Made Widiana, mengakui harga sejumlah komoditas mengalami kenaikan usai Nataru.
Kendati begitu, dia memastikan kenaikannya tidak menimbulkan gejolak di pasaran.
"Iya, ada beberapa komoditas yang mengalami kenaikan. Cuma sedikit dan tidak sampai ada gejolak, sehingga masih aman," terangnya, Kamis (9/1/2020).
Walau beberapa komoditas mengalami kenaikan, namun secara umum kenaikannya masih normal.
Bahkan menurutnya ada bebera komoditas yang justru turun.
"Bawang putih misalnya, dari Rp 32.500 per kilogram, menjadi Rp 28.800 per kilogram. Cabai besar juga turun, dari Rp 36.600 per kilogram menjadi Rp 31.100 per kilogram," terangnya.
Disinggung mengenai ketersediaan pasokan, mengingat saat ini musim penghujan, Widiana memastikan aman.
“Untuk pasokan aman tidak ada kendala. Mudah-mudahan selalu lancar, agar tidak mempengaruhi harga,” tandas mantan camat Kuta Selatan ini (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/dinas-koperasi-ukm-dan-perdagangan-kab-badung-saat-melakukan-pemantauan-harga.jpg)