Petani Dapat Bantuan Pompa Air Tenaga Surya, Pendampingan Harus Berkelanjutan
Wabup Klungkung I Made Kasta mengharapkan, adanya pendampingan yang berkelanjutan ke petani terkait bantuan pompa air
Penulis: Eka Mita Suputra | Editor: Irma Budiarti
Petani Dapat Bantuan Pompa Air Tenaga Surya, Pendampingan ke Petani Harus Berkelanjutan
TRIBUN-BALI.COM, KLUNGKUNG - Wabup Klungkung I Made Kasta mengharapkan, adanya pendampingan yang berkelanjutan ke petani terkait bantuan pompa air bertenaga surya yang diberikan Kota Toyama Jepang.
Hal ini lantaran pihaknya tidak ingin alat itu terbengkalai, setelah diserahkan ke petani.
• Jelang Lawan Tampines Rovers, Bali United Latihan Beberapa Hari Tanpa Istrirahat
• Sepanjang 2019 Dishub Denpasar Tindak 10.460 Kendaraan, Ada yang Digembosi hingga Diderek
"Ini kan mesin. Bagaimana pengoperasiannya, perawatannya, dan sebagainya harus dipertimbangkan. Jangan sampai ada kendala, tapi petani tidak bisa membenahinya. Intinya alat ini harus berfungsi secara berkelanjutan," ungkap Wabup Klungkung, I Made Kasta, Kamis (9/1/2020).
Pihaknya pun masih berkoordinasi, apakah operasional alat ini akan diserahkan ke pemda atau langsung oleh petani.
• Jenazah Lina Mantan Istri Sule Diautopsi, Rizky Febian dan Teddy Hadir di Pemakaman
• Lahan Parkir RSUD Bangli Makin “Menyempit”, Keluarga Pasien Sampai Parkir di Pinggir Jalan
"Kami tidak ingin alat ini justru bisa digunakan sesaat dan terbengkalai jika ada kerusakan," ungkapnya.
Sementara Kelihan Subak Semaagung mengakui, tetap ada pendampingan dari pihak Universitas Udayana selama alat tersebut dioperasionalkan.
Jika ada kendala atau kerusakan pada pompa, akan dibenahi oleh pihak Universitas Udayana.
(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/wabup-klungkung-made-kasta-saat-menerima-bantuan-pompa-air-bertenaga-surya.jpg)