Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Soal Viral Awan Hitam Besar di Surabaya yang Hebohkan Warga, Begini Penjelasan Ahli

Banyak yang menduga bahwa awan hitam besar itu merupakan tanda akan datangnya musibah, simak penjelasan ahli berikut ini

Tayang:
Editor: Irma Budiarti
Kompas.com
Awan cumolonimbus di Surabaya, Jawa Timur, Senin 6/1/2020). Soal Viral Awan Hitam Besar di Surabaya yang Hebohkan Warga, Begini Penjelasan Ahli 

Soal Viral Awan Hitam Besar di Surabaya yang Hebohkan Warga, Begini Penjelasan Ahli

TRIBUN-BALI.COM, SURABAYA - Soal Viral Awan Hitam Besar di Surabaya yang Hebohkan Warga, Begini Penjelasan Ahli

Dua hari terakhir, jagat maya dihebohkan dengan munculnya awan hitam besar disertai angin kencang.

Salah satu akun yang menyebarkan video ini @duniapunyacerita mengatakan, awan hitam besar itu muncul di sekitar pantai Kenjeran, Surabaya, Jawa Timur.

"Allahu Akbar.... tonton sampai abis. Kejadian 6/1/20 kisaran jam 5 sore, muncul awan hitam besar disertai angin kencang di pantai sekitaran Kenjeran Surabaya Jawa Timur. Video : sahabatsurga," tulis akun @duniapunyacerita dalam postingannya.

Hingga Rabu (8/1/2020), postingan ini telah mendapat respons suka lebih dari 13 ribu akun.

Berikut unggahan akun tersebut:

Banyak warganet yang menduga bahwa awan hitam besar itu merupakan tanda akan datangnya musibah.

Hal ini pun ramai dibicarakan di Twitter.

Salah seorang warganet menangkap foto awan hitam tersebut dan membagikannya di Twitter.

Awan cumulonimbus

Menjawab asumsi masyarakat, Kompas.com menghubungi Kepala Sub Bidang Peringatan Dini Cuaca Badan Meteorologi Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Agie Wandala.

"Itu dasar awan cumulonimbus," kata Agie, Rabu (8/1/2020).

Awan cumulonimbus adalah awan yang berbentuk seperti bunga kol yang berwarna abu-abu gelap.

Dihubungi terpisah, astronom amatir Marufin Sudibyo pernah menyampaikan bahwa awan cumulonimbus merupakan awan penyebab hujan lebat dan terkadang menimbulkan badai, baik dalam bentuk hailstorm (hujan es) maupun hujan badai.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved