Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Api Hanguskan Tempat Penyimpanan Arca, Dua Bangunan Pura Puseh Desa Bantang Bangli Terbakar

Akibat musibah kebakaran tersebut, satu unit bangunan saka nem tempat penyimpanan arca rata dengan tanah

Tayang:
Penulis: Muhammad Fredey Mercury | Editor: Irma Budiarti
Dok
Kebakaran di Pura Puseh Desa Pakraman Bantang, Kintamani, Bangli, Bali, Minggu (12/1/2020). Api Hanguskan Tempat Penyimpanan Arca, Dua Bangunan Pura Puseh Desa Bantang Bangli Terbakar 

Pasca musibah kebakaran, lanjut Sukajaya, pihaknya telah menggelar upacara mangayu-ayu.

Tujuannya agar terhindar dari bencana maupun musibah serupa di kemudian hari.

Pihaknya juga berencana mengumpulkan warga desa pengempon pura, pada hari Senin (13/1/2020), untuk membicarakan tindak lanjut ke depannya.

“Apakah nanti ada upacara skala besar karena ini menyangkut pura sekaligus membicarakan pembangunan ulang,” jelasnya.

Sedangkan disinggung kerugian akibat musibah tersebut, Sukajaya mengaku estimasi anggaran yang dibutuhkan cukup besar.

Artawan Lihat Asap Mengepul, Kamar Kos di Bantang Banua Buleleng Terbakar

Kisah Pilu Penghuni Kos Yang Ludes Terbakar di Padangsambian, Tak Ada Baju Hingga Tidur di Toko Dupa

Pihaknya menaksir untuk pembangunan ulang hingga pelaksanaan upacara, diperkirakan mencapai ratusan juta.

“Bangunan pura itu bukan hanya bangunannya saja yang kami pikirkan, tetapi juga yadnya. Karena sebelum dan sesudah membangun pura harus ada pelaksanaan yadnya. Terlebih ini merupakan pura kuno. Untuk pembangunan ulang dua bangunan tersebut, diperkirakan membutuhkan anggaran sekitar Rp 400 juta,” ungkapnya.

Sementara itu, Kasubag Humas Polres Bangli, AKP Sulhadi mengakui pihaknya telah menerima laporan kebakaran di Pura Puseh Desa Pakraman Bantang, Kintamani.

Pihaknya langsung mendatangi lokasi sekitar pukul 10.00 Wita, untuk melakukan olah TKP dan identifikasi sejumlah saksi.

Berdasarkan keterangan sejumlah saksi, lanjut dia, diketahui kejadian bermula saat seorang warga sekitar bernama I Wayan Sukarya, melihat kobaran api dari rumahnya.

Mendapati hal tersebut, pria 37 tahun itu segera melaporkan kejadian kebakaran pada kelihan banjar adat setempat.

“Oleh kelihan banjar setempat langsung mengumpulkan warga untuk mengecek ke lokasi dan berupaya memadamkan api,” ucapnya.

Pihaknya menambahkan, berdasarkan hasil identifikasi, diketahui kebakaran diduga akibat dupa yang lupa dimatikan.

Sebab pada hari Sabtu (11/1/2020), diketahui Daha Teruna setempat melakukan persembahyangan bersama pukul 18.00 Wita.

(*)

Sumber: Tribun Bali
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved