Breaking News:

Bedah Novel Leak Tegal Sirah Karya Samar Gantang, Ungkap Kisah Korban Pembunuhan 1965 di Bali

Novel berisi kisah perwujudan leak seperti anjing hitam ekor panjang, bola api yang bertarung, tempat pembakaran mayat yang dihinggapi leak

Penulis: Putu Supartika
Editor: Ady Sucipto
Tribun Bali/I putu Supartika
Bedah buku Leak Tegal Sirah di 

"Hal yang tidak pernah lepas dari karya Ajik Samar Gantang yakni selalu ada unsur magis, mungkin berasal dari latar belakang beliau atau hal lain.

Apa yang disampaikan dalam novel ini sangat khas unsur niskala," kata Ngurah.

Hal itu bisa dilihat dari  novel yang berisi kisah perwujudan leak, anjing hitam ekor panjang, bola api yang bertarung, tempat pembakaran mayat yang dihinggapi leak dan kisah mistis lainnya.

"Pada novel ini kita bisa melihat banyak detail yang terjadi pada masa pasca G30S sebagai bahan pengetahuan," kata Ngurah Suryawan.

Dalam novel ini diceritakan pula seorang guru bahasa Inggris yang sukarela memberikan kursus bahasa Inggris bagi anak-anak yang tak mampu sekolah atau bosan dengan kehidupan sekolah di dalam ruangan.

Menurut Ngurah Suryawan  hal itu adalah salah satu karakteristik orang Bali sebelum tahun 1965.

Namun setelah 1965 orang Bali cenderung kehilangan sikap progresif dan kekritisannya.

"Karakteristik kritis, progresif dan peduli sosial ada sebelum 1965, bagaimana guru dihormati.

Saat itu yang kritis adalah petani, sastrawan, budayawan, pemimpin politik. Belakangan pasca 1965 karakter kritis, agresif perlahan tidak ada lagi," katanya.

Samar Gantang mengatakan, awalnya dia berniat menyimpan saja naskah novel itu.

Halaman
123
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved