Bali Jadi Contoh Pariwisata Aman Bencana, Kepala BNPB Minta BPBD Terintegrasi dengan Instansi Lain

Mudah-mudahan Bali bisa menjadi contoh sehingga bisa diikuti oleh daerah lainnya,

Bali Jadi Contoh Pariwisata Aman Bencana, Kepala BNPB Minta BPBD Terintegrasi dengan Instansi Lain
Tribun Bali/Wema Satya Dinata
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana ( BNPB), Letjen TNI Doni Monardo 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Selain memenuhi undangan panitia peringatan HUT ke-100 ITB Bandung yang berlangsung di Nusa Dua, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Doni Monardo juga berkesempatan mengunjungi BPBD Bali.

Kunjungan ini diniatkan untuk mengecek kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana, yang menurut laporan tim dari BNPB kualitasnya jauh lebih baik dibanding BPBD lainnya di Indonesia.

Doni mengatakan saat ini BNPB sedang merancang sebuah konsep tentang BPBD yang mampu menjamin pariwisata aman bencana.

Ia menyebut Bali akan dijadikan sebagai daerah percontohan pariwisata aman bencana.

“Inilah sekarang yang sedang kami coba bersama dengan Kementerian Pariwisata sehingga konsep ini nanti akan menjadi sebuah rujukan. Mudah-mudahan Bali bisa menjadi contoh sehingga bisa diikuti oleh daerah lainnya,” kata Doni usai pertemuan di Kantor Pusdalops BPBD Bali, Senin (13/1/2020).

Banjar Bun Denpasar Membuat Tari Sakral Sang Hyang Jaran Anak-Anak

Tak Dampingi Bali United Lawan Tampines Rovers, Teco: Semoga kita Bermain Bagus dan Bisa Menang

Menurutnya, konsep pariwisata aman bencana tentunya tidak bisa sepenuhnya dibuat di Jakarta tetapi juga perlu mendapat masukan dari daerah.

Selanjutnya di daerah, konsep itu tidak mungkin dapat dilakukan oleh instansi BPBD sendiri, tetapi harus didukung dari unsur-unsur lainnya, baik dari unsur TNI, Polri, Basarnas, BMKG termasuk para relawan dan media.

 
Adapun yang perlu dilakukan BPBD untuk menciptakan pariwisata aman bencana, antara lain, pertama, meningkatkan kapasitas dan peranan BPBD.

Kedua, meningkatkan Sumber Daya Manusianya.

Ketiga, meningkatkan kualitas manajemen dan sistemnya, baik Pusdalops, teknologi maupun IT nya.

Keempat, berhubungan dengan ketersediaan anggaran yang memadai untuk BPBD.

Selanjutnya kelima, meningkatkan kesiapsigaan dari sisi perlengkapan, peralatan, dan transportasinya.

Tak Hanya Terseret, Pekak Mayun Juga Terbakar Karena Bensin Yang Dibawanya Sendiri di By Pass Nyanyi

Korban Laka Maut di Gianyar Merupakan Teknisi Traffic Light Dishub Denpasar

 
Selain itu, diharapkan BPBD yang berada di daerah prioritas pariwisata dapat terintegrasi dengan unsur seperti TNI, Polri, BMKG termasuk unsur medis melalui piket selama 24 jam non stop.

Dengan demikian, kolaborasi ini diyakini bisa memberikan tingkat kesiapsiagaan yang lebih baik sehingga jika terjadi sesuatu maka seluruh sistem di seluruh instansi vertikal yang ada di daerah langsung bisa bergerak,  sehingga tidak perlu menunggu komando lagi. (*)

Penulis: Wema Satya Dinata
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved