Sadio Mane yang Rendah Hati dan Penolong, Sering Nyamar Jadi Orang Biasa Saat Pergi ke Masjid
Pemain Liverpool Sadio Mane acap kali tampil sederhana dengan kerendahan hatinya
"Saya mengenakan celana yang tidak mirip dengan celana pendek sepak bola. Dan sepatu bot yang robek di bagian samping, yang telah saya perbaiki dengan kawat sebaik mungkin," lanjutnya.
Namun, perjuangan serta bakat Sadio Mane untuk menjadi pesepakbola profesional tampak oleh pemandu bakat.
Pertama kali dia berganung dengan Metz di tingkat kedua Liga Perancis.
Kemampuannya mengundang sejumlah tim Eropa untuk menggunakan jasanya.
Ialah Red Bull Salzburg, klub asal Austria yang berhasil mendapatkan tanda tangan Sadio Mane.
Pada saat yang bersamaan, dia juga diminati oleh tim Jurgen Klopp, Borussia Dortmund.
Namun batal karena ada evaluasi dari manajemen Borussia Dortmund.
Perkembangan permainan Sadio Mane terus menunjukkan kemajuan.
Pada musim 2014/2015, salah satu tim Liga Inggris, Southampton mendatangkannya dari RB Salzburg.
Satu musim berselang, tepatnya musim 2015/2016, Sadio Mane berhasil mencetak 15 gol dan 9 asis untuk Southampton, termasuk hattrick tercepat dalam sejarah Liga Inggris.
Sadio Mane hanya membutuhkan 2 menit 56 detik untuk mencetak hattrick ke gawang Aston Villa.
Laga tersebut dimenangkan Southampton dengan skor telak 6-1.
Produktivitas Sadio Mane terbilang baik, dia terlibat dari total 100 gol dan asis bersama Southampton dalam 150 penampilan yang membuatnya dilirik Liverpool.
"Itu bukan jalan yang mudah. Tetapi, ketika Anda ingin keluar dari kemiskinan dan kelaparan, Anda melakukan keajaiban untuk bertahan hidup, dan ketika Anda melihat peluang, ambilah," quote dari Mane yang tertulis dalam situs FIFA.com.
(Tribunnews.com/Sina)
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Sadio Mane Sering Nyamar Jadi Orang Biasa Saat ke Masjid, Bersihkan Toilet dan Tanggalkan Kemewahan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/sadio-mane.jpg)