12 Sampel Makanan Diuji di Pasar Badung, Terasi dan Teri Medan Mengandung Rhodamin B dan Formalin
12 Sampel Makanan Diuji di Pasar Badung, Terasi dan Teri Medan Mengandung Rhodamin B dan Formalin
Penulis: Putu Supartika | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Namun untuk penindakannya memang harus dilakukan secara tim yang turun dan memberikan tindakan tegas dan tidak bisa dilakukan secara sepihak.
Ia menambahkan, untuk penggunaan Rhodamin B pada jajanan Bali seperti jaja begina kini sudah mulai berkurang.
"Untuk jaja sudah bagus karena kami datang langsung ke saran dan yang masih pakai kami ambil lalu musnahkan. Dan kepala desa setempat juga kooperatif mendukung kami," katanya.
Terkait temuan ini, Kepala Pasar Badung, I Gusti Made Estuasa mengatakan untuk tes serupa telah dilaksanakan sebanyak empat kali di Pasar Badung oleh tim teskip PD Pasar.
Hasilnya masih tetap terasi cendrawasih dan teri medan yang mengandung bahan berbahaya.
"Kemarin sudah kami tegur pedagangnya, cuma tindaklanjut ke distributornya kami belum sempat, kami belum ambil tindakan," katanya.
Pihaknya pun mengaku tidak bisa bertindak sendiri harus membutuhkan kerjasama dengan pihak terkait.
Menurutnya banyak pedagang yang tak tahu menahu tentang kandungan bahan pangan yang dijualnya.
Sementara pedagang yang menjual teri medan yang mengandung formalin dan terasi cendrawasih mengaku mendapat barang dari luar Bali.
"Terasinya saya dapatkan dari Banyuwangi. Biasanya saya telepon ke sana lalu dibawakan ke sini," katanya.
Untuk terasi ini ia berjanji akan mengembalikannya lagi kepada penyuplainya.
Sementara untuk teri medan ia dapatkan dari Surabaya.
Menurutnya, untuk teri medan ini banyak dicari oleh para pembeli. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/pengujian-sampel-makanan-di-pasar-badung.jpg)