Walikota Harap Sekolah Hasilkan Wirausaha Pemula, Kebudayaan Jadi Pilar Menuju Generasi Emas

“Misalnya pendidikan tidak cukup untuk menjadikan orang pintar, tetapi juga perlu ada pendidikan start up untuk bisa membentuk wirausaha pemula,” kata

Tribun Bali/Wema Satya Dinata
Walikota Denpasar, Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra bersama para undangan ngelawar di SMK PGRI 3 Denpasar pada acara pemelaspasan dan peresmian gedung baru di SMK PGRI 3 Denpasar, Kamis (23/1/2020). 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Walikota Denpasar, Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra mengharapkan pendidikan yang diberikan sekolah kepada anak didik bisa Widya Wiguna (ilmu pengetahuan yang memberi manfaat).

“Misalnya pendidikan tidak cukup untuk menjadikan orang pintar, tetapi juga perlu ada pendidikan start up untuk bisa membentuk wirausaha pemula,” kata Rai Mantra saat ditemui pada acara pemelaspasan dan peresmian gedung baru di SMK PGRI 3 Denpasar, Kamis (23/1/2020).

Seperti halnya di SMK PGRI 3 Denpasar sudah ada jurusan tata boga, sehingga ada kesempatan-kesempatan untuk membentuk jiwa wirausaha para siswanya.

Penghuni Panti Jompo Terlibat Perkelahian, Nenek 79 Tahun Ditemukan Tewas Bersimbah Darah

Telah Dirancang Sejak 2018, Proyek Air Minum dalam Kemasan dari PDAM Badung Tak Kunjung Terealisasi

Rayakan Hari Jadi ke 25, Ace Hardware Berikan Banyak Promo Bagi Pelanggan

Menurutnya yang paling utama harus dimiliki untuk menjalankan start up ini adalah leadership (kepemimpinan), enterpreneurship (ke wirausahaan), dan creativity (kreativitas).

Start up ini juga akan mempercepat tingkat pertumbuhan ekonomi.

Selanjutnya yang diperlukan sekarang adalah kompetensi dan skill wirausaha agar tidak tertinggal dengan pesaingnya.

Para pelajar bisa belajar membuat kue dan minuman olahan.

Harga Melonjak, Petani di Pangsan Badung Ini Tidak Paksa Cabainya untuk Segera Dipanen

Usai Bakar Ilalang, Gudang Kayu di Ubud Terbakar

Dituntut Dua Tahun Penjara Karena Paspor Palsu, Abdoul Mohon Dihukum Ringan

Hal itu dapat diajarkan di sekolah dan dikerjasamakan dengan pihak desa.

“Kalau memang ada yang berminat untuk buka usaha Pemerintah bisa  membantu dengan SKTU dan KUR sehingga ada muncul start up-start up baru diwilayah sekolah ini,” imbuhnya.

Wirausaha pemula ini diyakini dapat membantu mengurangi pengangguran dan kemiskinan dengan cara meningkatkan skill di luar sekolah

 
Selain itu, ia menambahkan yang perlu menjadi perhatian dalam ekonomi kreatif, salah satunya apakah unsur kebudayaan karena kebudayaan adalah bagian dari identitas.

Dokter Rumah Sakit Ikut Diperiksa, Ini Kata Polisi Soal Hasil Autopsi Jenazah LIna Mantan Istri Sule

Akan Ada Pusat Perbelanjaan Menengah ke Atas di Pertokoan Suci Denpasar

Kebudayaan juga menjadi pilar menuju generasi emas

“Kebudayaan akan memperkuat mental dan spirit belajar generasi muda sehingga unsur ini diperkuat lagi, dan sekolah mempunyai peranan penting mengajarkannya,” jelasnya.

Sementara itu Kepala SMK PGRI 3 Denpasar, I Nengah Madiadnyana masyarakat Bali sebenarnya sudah hidup berbudaya. Budaya adalah sesuatu yang dilakukan terus menerus warisan dari nenek moyang. 

“Kita sebagai generasi sekarang ini paling tidak harus bisa mempertahankan kebudayaan yang telah diwariskan, dan bahkan bisa ditingkatkan lagi,” ujarnya.

Maka dari itu seni budaya sudah direalisasikan dan diajarkan dalam sebuah mata pelajaran di sekolah.

Ia pun merasa prihatin saat ini budaya lokal mulai terkikis akibat masuknya budaya luar.

Pada kesempatan itu, Walikota Denpasar bersama para undangan dan civitas akademika SMK PGRI 3 Denpasar membuat lawar, yang menjadi salah satu tradisi dan budaya dalam adat di Bali. (*)

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved