Meremajakan Kulit Tidak Harus dengan Produk Kecantikan, Ini yang Harus Dilakukan
Banyak wanita yang akan tergoda dengan produk kecantikan yang menyebutkan ada perawatan anti aging atau peremajaan kulit wajahnya.
TRIBUN-BALI.COM, JAKARTA - Banyak wanita yang akan tergoda dengan produk kecantikan yang menyebutkan ada perawatan anti aging atau peremajaan kulit wajahnya.
Kepala Laboratorium HayandraLab, dr Komang A Wahyuningsih MBiomed (AAM) SpDLP, menjelaskan peremajaan kulit wajah atau biasanya dikenal dengan anti aging, biasanya dilakukan untuk menghindari proses penuaan.
Untuk diketahui, anti aging medicine merupakan cabang spesialisasi kedokteran yang didasarkan pada penerapan teknologi ilmiah dan medis lanjutan untuk deteksi dini, pencegahan, pengobatan, dan pembalikan disfungsi, gangguan, dan penyakit yang berkaitan dengan penuaan.
• Punya Riwayat Perjalanan ke China, Satu Pasien di Indonesia Ini Diduga Terinfeksi Virus Corona
• Intip Perawatan Kecantikan ala Chelsea Islan yang Ternyata Engga Mahal
• Rezeki 12 Shio di Tahun 2020, Shio Kelinci Kurang Beruntung, Waspada Investasi
Berdasarkan konsep anti aging, kata Komang, penting sekali dilakukan pencegahan penyakit sebagaimana penuaan diperlakukan sebagai suatu penyakit.
Berkaitan dengan penuaan sistem imun, maka pencegahan terjadinya penyakit akibat sistem imun bisa dilakukan.
Ada beberapa hal yang bisa Anda lakukan untuk pencegahan yaitu sebagai berikut:
• Ramalan Zodiak Hari Ini Jumat 24 Januari 2020, Dengarkan Nalurimu Capricorn
• Tahu Berasal dari Bahasa Hokkian, Inilah Fakta Unik tentang Tahu, Makanan Populer di Indonesia
• Foto Bugil Siswi SMP di Buleleng Viral, KPPAD Bali Desak Polisi Buru Pelaku Pengedar Foto Bugil
1. Pemeriksaan rutin
Lakukan pemeriksaan rutin secara berkala berbagai pemeriksaan fisik dan laboratorium, serta pemeriksaan radiologi yang berkaitan dengan penanda penyakit degeneratif dan kanker.
2. Diet
Lakukan diet yang baik, misalnya dengan pembatasan asupan kalori terutama karbohidrat dan tinggi glukosa.
Selain itu, Anda juga diharapkan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi akan vitamin dan bahan makanan yang mampu meningkatkan sistem imun.
Di antara protein makanannya yaitu vitamin D, vitamin C, zinc, asam folat, dan juga probiotik.
• 4 Jabatan Eselon II Diperebutkan 17 Pelamar di Jembrana
• Penataan Pantai Belatung Klungkung Dianggarkan Rp 2 Miliar, Dipastikan Terealisasi Tahun Ini
3. Olahraga rutin
Komang mengingatkan untuk melakukan olahraga secara rutin sesuai dengan usia.
Anda tidak seharusnya melakukan olahraga yang berlebihan, ataupun kurang berolahraga.
Hal itu akan membuat pengaruh pada kondisi tubuh masing-masing individu.
4. Atasi stres
Dengan melakukan hal-hal yang membuat Anda bahagia, terutama di sela aktivitas pekerjaan atau melakukan konsultasi dengan psikolog jika dibutuhkan, akan membantu Anda dalam mengatasi stres.
5. Terapi sel
Sebagai pencegahan dan menjaga sistem kekebalan tubuh, maka terapi sel juga menjadi salah satu alternatif yang bisa dilakukan.
Terapi sel imun menggunakan sel T dan sel NK, bisa menjaga sistem imun tubuh.
Komang menjelaskan Immune Cell Therapy (ICT) merupakan terapi dengan memanfaatkan sel-sel pertahanan tubuh pasien sendiri yaitu berupa T cells, dan NK cells.
"Ternyata selain menjadi terapi pendukung pada kanker, ICT banyak digunakan di luar negeri untuk pencegahan kanker serta terapi di bidang anti-aging," kata Komang dalam acara bertajuk Penemuan Terbaru Dunia Medis: Terapi Sel untuk Peremajaan Kulit dan Sistem Imun, Jakarta, Selasa (21/1/2020).
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Bukan Produk Kecantikan, Ini Terapi untuk Remajakan Kulit Wajah"