Kritik Antibodi di Album "Songs For The Disorder"
Antibodi menutup tahun 2019 dengan melepas album mini atau Extended Play, Kritik Antibodi di Album "Songs For The Disorder"
Penulis: Putu Candra | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Trio punk rock asal Denpasar, Bali, Antibodi menutup tahun 2019 dengan melepas album mini atau Extended Play (EP).
Di album mini berjudul "Songs For The Disorder" Antibodi menyuarakan kegelisahan yang mengendap di kepala mereka, akan kondisi sosial, politik dan kehidupan masyarakat kini.
Memang, di album mini perdananya, band yang terinspirasi dari band punk rock macam Bad Religion, Rancid, Nofx, No Use For a Name, Anti-Flag, Rise Against sarat akan protes dan kritikal.
"Lagu yang kami kumpulkan di album mini kebetulan temanya sejalan. Makanya judulnya 'Songs For The Disorder'.Karena kami melihat kondisi sosial, politik dan mayarakat kita ini sudah sakit," ujar vokalis sekaligus gitaris Antibodi, Joe Karsa.
• Empat Pilihan Film yang Cocok Ditonton untuk di Akhir Pekan, Ada Mangga Muda hingga 1917
• Pelatih Bali United Tunggu Jadwal Resmi, PSSI Pastikan Kick Off Liga 1 Digelar 29 Februari 2020
• Uniknya Menu Pisang Nugget Kekinian Milik Cak Iwan, Toppingnya Melimpah dan Lumer di Lidah
Ada enam track dengan beat cepat dan menghentak khas punk rock era 90an disuguhkan Antobodi di album mininya.
Intro 'Watch Out', racikan intrumental mengawali track pertama.
Joe mengatakan, sebagaimana judulnya, track ini adalah peringatan dini bagi pendengar sebelum menuju track berikutnya.
"Di instrumental ini kami membuat sesuatu (musik) yang menghentak. Semacam peringatan ke orang-orang. Ini kami, Antibodi. Hati-hati musik kami keras," ucapnya dengan nada bercanda.
Track kedua berjudul 'What The Heck'. Di lagu ini, Antibodi menyuarakan kritiknya terhadap kondisi sosial masyarakat kekinian.
Terjadinya degradasi mental dan moral, diluapkan band yang dibentuk 11 Juni 2014 ini.
Disusul track ketiga berjudul 'Melewati Batas'.
"Ini juga kritik kami, tapi lebih ke orang-orang berkuasa. Kekuasaan mereka dipakai untuk mengontrol media dan memanfaatkan untuk kepentingan politiknya. Di lagu ini kami juga menyinggung industri hiburan yang mempertontonkan hiburan 'sampah'. Tayangan tidak berkualitas, tidak edukatif," papar Joe.
Track berikutnya 'Bersinar'.
Carut marutnya kondisi politik dan sosial di Indonesia, justru memunculkan korban khususnya generasi muda atau mendatang.
Di lagu ini lah, Antibodi mengajak pendengar untuk tetap mempunyai harapan demi masa depan yang lebih baik.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/foto-antibodi-saat-live-performance.jpg)