Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Kritik Antibodi di Album "Songs For The Disorder"

Antibodi menutup tahun 2019 dengan melepas album mini atau Extended Play, Kritik Antibodi di Album "Songs For The Disorder"

Penulis: Putu Candra | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Istimewa
Foto Antibodi saat live performance 

"Selama kami vakum menjajal panggung, ternyata punya banyak materi dan segala hal mengenai produksi album sudah siap," sambung Joe.

Agus Fore menyatakan, dirilisnya mini album, karena merasa sejumlah materi ini sudah sangat lama mengendap san tahun 2019 dijadikan momentum merilis album mini.

"Kami tidak mau materi ini membusuk tidak jelas. Kami sepakat merilis dalam sebuah EP. Tahun 2019 kami pikir momentum yang pas. Di tahun 2019 kami mulai latihan dan serius menggarap materi lagi. Tapi sebelum kami merilis album mini, terlebih dahulu kami bikin tour di Yogyakarta dan Malang," terangnya.

Bersiap Menuju Album Penuh

Selepas merilis album mini, Antibodi pun telah menggarap sejumlah materi anyarnya yang akan masuk dalam proyek album berikutnya.

'"Project berikutnya kami berencana bikin album penuh. Temanya lebih luas. Tidak melulu tentang protes tapi kami mencoba memasukan konsep Tri Hita Karana. Berbicara tentang hubungan manusia dengan Tuhan, dengan alam dan manusia dengan manusia. Jadi banyak hal yang kami angkat. Soal pendidikan, spiritual dan kondisi sosial tetap kami suarakan," jelas basis dan juga vokalis Antibodi, Ciko Inside.

Sejauh ini Antibodi telah merampung enam lagu yang disiapkan untuk album penuhnya.

"Sejauh ini kami mengumpulkan enam lagu siap rekam. Masih ada enam lagu yang akan kami garap. Kalau berbicara target, album penuh kami rencanakan dirilis pertengahan 2020. Rilis fisik dan digital," imbuh Agus Fore.

Mengenai konsep, Antibodi akan memberikan nuansa berbeda dari album mini.

Mereka berencana akan melibatkan musisi lainnya disetiap lagu.

"Kami inginnya di semua lagu akan featuring dengan musisi lainnya yang kami rasa cocok dengan style lagunya. Akan ada 1 intro dan 11 lagu. Di setiap lagu kami inginnya kolaborasi. Mudah-mudahan terlaksana," harap Joe.

"Kami juga akan mencoba memberi warna tambahan secara istrumen tanpa mengganggu dan menghilangkan karakter musik Antibodi. Kami ingin membawakan musik yang tidak terlalu jauh berbeda dari albumnya saat perform. Organik lah," sambung Joe.

Tidak ada target khusus bagi personel Antibodi.

Mereka hanya ingin terus berkarya dan mengeluarkan keluh kesah, kegelisahan dalam media musiknya.

"Kami mencoba jalani saja, membuat karya. Dari awal kami membentuk band ini untuk melampiaskan apa yang ada di kepala. Antibodi wadah kami berekspresi," ujar Agus Fore.

"Dengan musik yang keras, tapi kami mencoba memberikan pemikiran-pemikiran yang positif. Seperti Antibodi yang artinya sistem kekebalan tubuh. Selayaknya arti dari Antibodi, kami bertiga menjadi kebal. Kebal, berani menjalani tantangan hidup dengan pelbagai permasahannya," tegas Ciko Inside.(*)

Sumber: Tribun Bali
Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved