2 WNA Rusia Buat Home Industry Ganja di Jimbaran, Belajar Cara Pembibitan dari YouTube
Kedua orang yang sudah ditetapkan tersangka tersebut ternyata mempelajari cara pembibitan ganja, pengemasan dan lainnya dari YouTube.
Penulis: Firizqi Irwan | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Laporan Wartawan Tribun Bali, Ahmad Firizqi Irwan
TRIBUN-BALI.COM, BADUNG - Rumah kontrakan Jalan Jaya Sari Nomor 23, Banjar Buana Gubuk, Puri Gading, Jimbaran, Kuta Selatan, Badung, Bali digunakan sebagai tempat penanaman ganja (home industry) oleh dua orang kekasih asal Rusia Iurii Chernov (31) dan Mishel Kvara Tskheliya (27).
Hal tersebut disampaikan Kapolresta Denpasar Kombes Pol Ruddi Setiawan didampingi Kasat Narkoba AKP Mikhael Hutabarat saat pers rilis di lokasi rumah industri ganja tersebut, Senin (27/1/2020).
Kedua orang yang sudah ditetapkan tersangka tersebut ternyata mempelajari cara pembibitan ganja, pengemasan dan lainnya dari YouTube.
• Pemkab Siapkan Ruang Isolasi di Setiap Pulau, Antisipasi Virus Corona di Wilayah Klungkung
• Syarat Pemberian Bantuan untuk Lansia di Kabupaten Badung Diperketat
• Pesawat Lion Air dari Wuhan Landing di Bali, Pesawat dan Crew Tak Diperlakukan Seperti Biasa
"Mereka belajar ini dari internet YouTube, mulai dari pembibitan dan sebagainya," ujar Kapolresta Denpasar Kombes Pol Ruddi Setiawan.
Dijelaskan Ruddi, kedua tersangka ini awalnya dimulai dari biji ganja yang dibungkus di selembar kapas yang lembab.
Kemudian disimpan di lemari yang tidak ada cahaya, setelah tumbuh seperti kecambah kemudian dipindahkan ke tempat khusus.
• Tim Wasrik Itjenau Datangi Lanud I Gusti Ngurah Rai? Ini Tujuannya
• Divonis 2 Tahun Penjara, Mantan Ketua Umum PPP Romahurmuziy Ajukan Banding
• 12 Tim Peneliti Muda Denpasar Tampilkan Hasil Penelitian di Thailand, Manfaatkan Label Botol Plastik
Selanjutnya, ganja ditanam dengan metode pipa paralon dan metode penanaman dengan cara hidroponik yang dikolaborasi dengan sistem media tanah subur.
Serta ser buk kayu kompos yang dimasukkan ke dalam pot lalu disinari dengan ultraviolet buatan.
Setelah tumbuh tanaman ganja dipindah ke Polibex/ Pot yang lebih besar di luar rumah sampai usia 3 bulan dan di usia tersebut ganja siap dipanen.
Ganja yang sudah siap dipanen lalu keringkan menggunakan media lemari pengering setelah itu disimpan ke dalam toples.
• Opsi Rel Kereta 30 Meter di Bawah Tanah, LRT Bandara-Jineng Ground Breaking Juni 2020
• Pakai Dana CSR Rp 9,8 Miliar, Kantor Majelis Desa Adat Mulai Dibangun oleh Pemprov Bali
• Sejumlah Pembangunan Besar Akan Dilakukan di Bali, Mulai LRT Hingga Tol Gilimanuk-Denpasar
"Mereka sekali panen (ganja) sebanyak 6 kilo. Jadi ganja ini panen dalam setahun 4 kali, di setiap 3 bulan. Ini sangat besar sekali (hasil panen)," jelasnya.
Dalam penjualan ganja, Ruddi yang juga Ketua Satgas CTOC Polda Bali ini mengatakan penjualan ganja hanya dikhususkan untuk wisatawan asing lainnya.
"Di Bali dia sudah dua tahun dan mengontrak di sini selama dua tahun juga. Dia di sini pakai visa turis. Ini penjualan khusus dijual ke sesama warga negara asing," kata Ruddi.
• Sejumlah Pembangunan Besar Akan Dilakukan di Bali, Mulai LRT Hingga Tol Gilimanuk-Denpasar
• Dari China Ke Bali, Pramugari Dicurigai Terinfeksi Virus Corona, Kadis Kesehatan Sebut Gejala Flu
"Cara penjualan ya mereka yang memasarkan keluar. Mulai dari penanaman, panen dan diedarkan di luar (rumah industri). Mereka belum sama sekali dipenjara. Ini baru mau merasakannya," tambahnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/konferensi-pers-kasus-narkotika-di-puri-gading-jimbaran.jpg)